Kertha Gosa, Keindahan Bukti Kebesaran Kerajaan Klungkung
KapanLagi.com - Obyek wisata Kertha Gosa terletak di Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali. Kawasan ini telah menjadi obyek wisata menarik di kawasan Bali Timur dimana menjadi bukti sejarah dari kebesaran Kerajaan Klungkung di masa lalu. Obyek wisata yang terletak tepat di jantung Kota Semarapura ini dapat dijangkau dengan mudah menggunakan kendaraan bermotor, dengan waktu tempuh kurang dari satu jam dari kota Denpasar.
Dalam kawasan itu terdapat pula Museum Semarajaya. Bangunan dari museum ini mempunyai ciri yang begitu khas, hasil perpaduan dari arsitektur Belanda dan arsitektur tradisional Bali yang cukup mempesona. Gedung itu dibangun pada jaman pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia atau sekitar tahun 1942 dan hingga sekarang keasliannya tetap dipertahankan, meskipun pernah dilakukan renovasi pada tahun 1992.
Pada museum tersebut terdapat koleksi sejumlah lukisan dan peninggalan benda-benda prasejarah yang bernilai estetika tinggi dan telah berumur hingga ribuan tahun. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang melihatnya.
Di komplek obyek wisata tersebut selain Museum Semarajaya terdapat pula objek wisata lain seperti Taman Gili dan sejumlah bangunan Kertha Gosa. Dimana pada bangunannya, bagian langit-langitnya dihiasi dengan lukisan klasik gaya Kamasan.
Keindahan juga nampak pada Taman Gili. Sebuah kolam yang tertata apik dengan ratusan jenis ikan hias berwarna-warni tampak mengelilingi taman itu sehingga mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi setiap pengunjung. Bangunan Taman Gili merupakan bagian dari satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan Puri Semarapura Klungkung, yang sampai sekarang tetap dirawat dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Gedung Kertha Gosa yang arsitekturnya tetap terpelihara hingga sekarang, konon pada zaman kerajaan berfungsi sebagai balai pengadilan adat. Setiap warga yang bermasalah, baik yang melanggar ketentuan adat, norma agama dan terlibat pertikaian, penyelesaiannya dilakukan di tempat tersebut.
Bangunan tersebut terdiri beberapa ruangan, salah satu ruangan yang berukuran cukup luas itu dilengkapi enam buah kursi dan sebuah meja ukuran persegi empat yang berhiaskan ukiran prada.
Masing-masing kursi yang utuh hingga sekarang itu dihiasi dengan seni pahat yang berbeda-beda. Dua kursi dilengkapi dengan pahatan naga, masing-masing untuk tempat duduk pendeta Brahmana dan tempat duduk sang raja.
Dua kursi lainnya dihiasi pahatan lembu untuk juru tulis dan yang memanggil pesakitan (terdakwa). Sebuah kursi yang berpahat Singa dipakai untuk tempat duduk seorang petinggi Belanda, dan satu kursi lagi berisi hiasan kerbau untuk tempat hakim yang memutus perkara tersebut.
Sedangkan masyarakat yang diadili karena melakukan pelanggaran duduk bersila di lantai. Semua bagian itulah yang terdapat di gedung Kertha Gosa yang dikenal sebagai tempat untuk menghukum seseorang akibat pelanggaran yang dilakukan.
Menurut Candra Sengkala yang terpahat di Pemedalan Agung (pintu utama) Puri Kertha Gosa, obyek wisata tersebut dibuat tahun 1622 atau tahun 1700 Masehi, saat pemerintahan Klungkung dikendalikan oleh Raja I Dewa Agung Jambe.
Gedung Kertha Gosa itu juga sekaligus berfungsi sebagai tempat penerimaan tamu-tamu penting kerajaan, seperti yang datang dari Belanda, Inggris, Portugal, dan China. Kini Kertha Gosa merupakan salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Klungkung, yang berada di tepat di tepi jalur jalan raya Denpasar-Karangasem. (*/cax)

Harry Osbourn
Lex Luthor
Lionel Luthor
Pete Ross
Harry Luthor


