Inisiasi Menyusui Cegah 22% Kematian Bayi

KapanLagi.com - Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sesegera mungkin dalam waktu satu jam setelah kelahiran dengan cara membiarkan bayi mengikuti instingnya untuk menyusu dapat mencegah 22% kematian bayi yang baru lahir.

Pakar ASI dari Sentra Laktasi Indonesia Dr Utami Roesli menjelaskan hal itu bisa terjadi karena ASI yang pertama keluar mengandung nutrisi dan zat-zat penting yang dibutuhkan bayi.

Menyusu pada saat-saat awal kelahiran, kata dia, juga membuat bayi baru lahir dan ibu melakukan kontak langsung (kulit ke kulit) serta saling memberikan stimulasi penting yang dapat menumbuhkan kemampuan bayi bertahan hidup dan mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu.

"Kontak kulit sangat penting karena dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat. Kehangatan saat menyusu menurunkan kematian karena hipotermia," jelasnya.

Ibu dan bayi pun, menurut dia, merasa lebih tenang sehingga detak jantung serta pernafasannya stabil.

Saat merangkak mencari payudara ibu, Utami melanjutkan, bayi akan menjilati kulit ibu, menelan bakteri tidak berbahaya di kulit ibu yang akan membentuk koloni bakteri baik di usus yang akan melawan bakteri jahat di lingkungannya.

"Jam pertama bayi menemukan payudara ibu dan menyusu adalah awal suatu hubungan menyusui ibu-bayi yang akan mempertahankan kehidupannya," katanya.

Ia berharap metode itu bisa diterapkan semua ibu supaya lebih banyak bayi bisa diselamatkan karena menurut data terkini 35 dari 1.000 anak di Indonesia meninggal dunia sebelum ulang tahun pertamanya.

"Laporan WHO tahun 2005 bahkan menyebutkan bahwa setiap enam menit satu bayi di Indonesia meninggal dunia," demikian penjelasan Utami Roesli. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com