< >

Daur Ulang Cerdas Ala 'XS Project'

Jum'at, 03 Juli 2009 08:15
KapanLagi.com - Jika bicara soal daur ulang sampah, tentu bukanlah hal baru dalam kehidupan sehari-hari, bahkan mungkin beberapa dari Anda paham benar dan beberapa lainnya akan cuek dan tak peduli. Tapi seandainya tak ada kegiatan yang satu ini, maka bumi bisa dipastikan akan tertimbun oleh sampah, sampah dan sampah.

Parahnya lagi Indonesia masuk kategori salah satu negara penghasil sampah terbanyak di dunia. Sebagai contoh, produksi sampah baik dari rumah tangga, pasar dan lainnya di Provinsi DKI Jakarta mencapai 600 ribu ton per hari (sebagaimana data yang dilansir oleh ANTARA, pada 15 Juni 2009 lalu).

Atas dasar inilah, seorang seniman peduli lingkungan, Ann Wizer, pada tahun 2002 mendirikan XS Project di Jakarta. Untuk diketahui, Ann sudah sering bekerja menggunakan sampah sebagai medianya, dia menyulap sampah-sampah plastik menjadi sebuah karya dan instalasi seni yang mengagumkan.

XS Project awalnya adalah sebuah studio intervention yang melibatkan pemulung sampah di Jakarta dengan tujuan untuk menemukan solusi buat sampah-sampah di Jakarta yang makin hari makin bertambah. Selain karena faktor profesi pemulung di Jakarta memang menjamur, Ann juga merasa perlu untuk memberdayakan mereka, untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Proyek ini pada prosesnya berkembang cukup pesat, dan pada tahun 2004, berdirilah non-profit XS Project Foundation. Sampah-sampah domestik dari keperluan rumah tangga, semisal bungkus deterjen, pasta gigi, sikat gigi bekas, dan sebagainya diolah lagi menjadi produk-produk ciamik, layaknya tas, dompet dan masih banyak lagi.

Produk-produk itu pun diekspor sampai ke seluruh dunia dengan harga yang cukup tinggi, mencakup Eropa, Amerika, Australia, dan Asia. Mereka mendistribusikan produk-produk daur ulang ini dengan mencantumkan tag This product is made from GARBAGE, collected by Jakarta's TRASH PICKERS disetiap produknya. Hal ini cukup menyedihkan sebenarnya, karena mau tak mau, Jakarta jadi terkenal karena trash-picker dan sebagai kota miskin penghasil sampah.

Akan Tetapi, untungnya, sambutan terhadap produk ini cukup menghebohkan, dan menjadi trendsetter di banyak bentuk sistem daur ulang sampah, karena jarang yang mengolah sampah menjadi produk fashion seperti yang dilakukan komunitas ini. Satu lagi nilai plus dari XS Project, karena dijamin tak akan ada polusi baru dari ekses daur ulangnya, karena proses daur ulang ini murni menggunakan tangan, alias hand made.

Nah, jika bicara soal sampah maka rasanya memang dekat dengan lifestyle orang Indonesia, yang identik dengan gaya hidup konsumtif, maka semakin banyak pula sampah yang harus didaur ulang. (prov/bar)


KOMENTAR PEMBACA