< >
cowo-ndeso

Chi_Q_Ka

MEMBER LAIN
MAILING LIST
Dapatkan berita HOT terbaru di email Anda setiap hari!

Masukkan alamat email
Menurutmu, klub poligami itu:
Bagus juga, biar legal
Bener-bener nggak setuju!
Bodo amat, yang penting pasanganku nggak
Setuju, asal ada poliandri juga
Terserah deh, nggak peduli

POLLING LAIN
INFO VALAS
KURS
JUAL
BELI

USD
9470.00
9371.00

SGD
6825.15
6729.15

HKD
1222.85
1208.15

CHF
9331.05
9206.05

GBP
15730.35
15510.35

AUD
8780.95
8650.95

JPY
105.48
103.42

SEK
1385.25
1357.35

DKK
1907.65
1865.85

CAD
8990.35
8851.35

EUR
14088.10
13913.10

SAR
2534.20
2490.20

NZD
6961.75
6831.75


13-Nov-2009 08:59 WIB
Sumber: klikbca.com


Kelly Clarkson: 'ALL I EVER WANTED', Bukan Lagi Seorang Idol

Rabu, 03 Juni 2009 06:16
KapanLagi.com -
Oleh: Galih Akbar

Jika seorang musisi telah mengalami kejenuhan berkarya akibat konsekuensi kontrak dengan label, maka jadinya adalah sebuah album over-produced yang berisikan 'lagu lama' yang hanya berubah lirik dan digubah sedikit aransemennya, bahkan tak jarang malah membuat pamor sang musisi kian meredup karenanya, ironisnya hal ini sedang dialami oleh solis muda Kelly Brianne Clarkson dalam album ke-4nya ALL I EVER WANTED.

Meski pernah mencatatkan angka penjualan yang fenomenal pada album BREAKAWAY di tahun 2004 lalu, yang mencapai 10.500.000 kopi di seluruh dunia, namun sebenarnya penurunan kualitas dari jebolan American Idol first season itu sudah terasa sejak album MY DECEMBER yang rilis di tahun 2007 lalu, di mana penyanyi berusia 27 tahun itu terkesan terlalu memaksakan karakter rock yang kurang solid.

Seperti diketahui, Kelly yang pernah menyabet dua Grammy Award pada 2006 lalu itu, sebenarnya memiliki kapabilitas untuk menjadi seorang solid pop singer yang pastinya telah memiliki pasar sendiri, pasca kemenangannya di American Idol. Hal tersebut terbukti dari album debutnya, THANKFUL pada awal 2003, yang sukses diganjar oleh 2 platinum, serta menempatkan single A Moment Like This di urutan paling atas chart Billboard AS.

Namun seperti halnya sebuah produk yang berprospek, maka campur tangan RCA Records selaku label, sungguh mendominasi, singkat cerita, Cinderella diberikan jaket kulit dan gitar berdistorsi, demi sebuah imej rock. Oke, mungkin BREAKAWAY belum menampakkan Cinderella dalam diri penyanyi asal Texas tersebut, karena justru perubahan imej frontal pop ke pop-rock dari periode album debut menuju album ke-2 'menolong' Kelly terlihat unik dan berbeda.

Pada ALL I EVER WANTED, semua imej tersebut rupanya kian tak mempan serta dipenuhi formula usang yang justru membuat orang berpikir dua kali, untuk membeli album yang mengetengahkan single My Life Would Suck Without You tersebut.

Simak saja track yang bertitel I Do Not Hook Up, sebuah lagu yang bercerita mengenai betapa naifnya kehidupan seksual gadis-gadis remaja Amerika, party on Saturday night, church on Sunday, mungkin begitu maksud Kelly, namun bukankah sejak era Britney Spears bangga saat kehilangan keperawanan, lagu-lagu seperti ini jadi retorika semata?

Kemudian ada Already Gone yang rupanya 'salah kamar', dengan aroma R&B yang kental maka tentu saja imej rock yang mati-matian dipertahankan jadi sirna, meski ironisnya Kelly sebenarnya mengolah vokalnya tanpa kesalahan.

Berikutnya If I Can't Have You, semakin menunjukkan jika RCA telah membuat kesalahan pemilihan lagu, beat-beat dance repetitif memang terdengar catchy, tapi Kelly bukanlah seorang Alecia Beth Moore atau Pink, bahkan range vokalnya sebenarnya bisa disejajarkan dengan LeAnn Rimes, tapi sekali lagi, label anak perusahaan Sony Music Entertainment tersebut terlalu memaksakan pasar pop-rock-alternative untuk Kelly.

Overall, di saat Avril Lavigne sukses menjadi ikon pop-post-punk baru yang dibajak RCA dari Arista Records, rupanya Kelly harus menjadi 'tumbal' dengan proyeksi menyabet habis pasar pop-rock mainstream, sayangnya hal tersebut tidak atau sampai hari ini masih belum jadi kenyataan.

Ibaratnya, jika Anda adalah seorang remaja putri yang merasa dikucilkan oleh teman sekelas, serta merasa ingin membalas dendam dengan mantan cowok Anda yang selalu bermulut besar, maka album ini cocok untuk Anda. Dan jangan lupa, Anda harus jago dengan Photoshop jika ingin membuat foto Anda bisa sparkling mirip cover albumnya.

Eh, tapi bukankah Avril telah membuat ide serupa dalam debut albumnya LET GO pada 2002, saat itu tentu saja Kelly masih berkutat dengan komentar Simon Cowell. (kpl/bar)


KOMENTAR PEMBACA


'THE GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST', Hantu Dari Masa Lalu 'THE GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST', Hantu Dari Masa Lalu
Connor Mead (Matthew McConaughey) adalah tipe pria yang tak punya perasaan. Connor yang bekerja sebagai fotografer selebriti tak bisa menjalin sebuah hubungan asmara cukup lama untuk berakhir dalam sebuah pernikahan. Semuanya berjalan normal bagi Connor hingga suatu saat ia mendapat sebuah kunjungan yang tak akan dilupakannya seumur hidup. klik...
Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri
Tak usah terlalu berharap akan adanya sesuatu yang 'wah' dalam album terbaru Saosin kali ini. Tapi jangan salah, album studio kedua band asal Newport Beach, California, yang dibentuk tahun 2003 ini bukannya tidak bisa dianggap bagus. Namun, para penggemar Saosin yang sudah mengenal mereka sejak gebrakan EP pertama TRANSLATING THE NAME mungkin harus siap-siap merasa kecewa. klik...
PHOTOSHOT