< >
cowo-ndeso

Chi_Q_Ka

MEMBER LAIN
MAILING LIST
Dapatkan berita HOT terbaru di email Anda setiap hari!

Masukkan alamat email
Menurutmu, klub poligami itu:
Bagus juga, biar legal
Bener-bener nggak setuju!
Bodo amat, yang penting pasanganku nggak
Setuju, asal ada poliandri juga
Terserah deh, nggak peduli

POLLING LAIN
INFO VALAS
KURS
JUAL
BELI

USD
9470.00
9371.00

SGD
6825.15
6729.15

HKD
1222.85
1208.15

CHF
9331.05
9206.05

GBP
15730.35
15510.35

AUD
8780.95
8650.95

JPY
105.48
103.42

SEK
1385.25
1357.35

DKK
1907.65
1865.85

CAD
8990.35
8851.35

EUR
14088.10
13913.10

SAR
2534.20
2490.20

NZD
6961.75
6831.75


13-Nov-2009 08:59 WIB
Sumber: klikbca.com


Motley Crue: 'SAINTS OF LOS ANGELES', Kembalinya si Anak Nakal

Kamis, 14 Agustus 2008 09:00
KapanLagi.com - Album ini awalnya sempat akan dilepas dengan title THE DIRT. Tapi akhirnya Nikki Sixx memutuskan bahwa SAINTS OF LOS ANGELES mungkin lebih berdaya jual tinggi ketimbang THE DIRT. Sekilas melihat sampul album ini, kita seolah dibawa ke era 90-an saat grup-grup band macam Guns 'N Roses menjadi panutan semua band. Cover album ini benar-benar bergaya 80-an.

Ada 13 track berdurasi di bawah 5 menit yang dikemas dalam album ini. Dari judul-judul yang dipilih, seperti L.A.M.F dan Chicks = Trouble, kesan 80-an yang sudah terbentuk sejak awal jadi semakin terasa. Gaya bermusik dan lirik Motley Crue pun masih tetap seperti saat mereka masih di puncak kejayaan dulu.

Setelah delapan tahun vakum tanpa mengeluarkan album, yang kesembilan ini sedikit terasa berbeda bila dibanding dengan NEW TATTOO yang dilepas tahun 200 lalu. Yang paling terasa mungkin adalah bagian rhythm section yang kembali diisi oleh Tommy Lee yang sempat cabut dari Motley Crue.

Bisa dibilang, album ini adalah konsep lama dengan production baru. Nikki Sixx yang menulis sebagian besar lagu Motley Crue masih menulis tentang gaya hidup personil Motley yang terkenal sebagai bad boys. Di satu sisi, lirik macam ini bisa memberi nuansa baru pada lirik lagu yang cenderung didominasi oleh topik cinta. Di sisi lain, topik ini sudah tak lagi jadi trend dan beresiko tak diterima publik.

Dari sisi musikal, album ini seolah menyegarkan suasana musik rock yang belakangan didominasi grup baru yang notabene selalu bermain musik sederhana. Moment yang dipilih pun seolah tepat. Sejak awal tahun ini grup-grup lama macam Asia, MSG, Whitesnake, dan Judas Priest mulai meluncurkan album dengan materi baru lagi seolah mencoba membuktikan bahwa mereka masih eksis. Di sisi lain mereka juga seolah ingin mengatakan bahwa 'inilah cara bermain musik rock yang benar'.

Terlepas dari bagus tidaknya album ini, SAINTS OF LOS ANGELES layak untuk dinikmati sebagai pengobat rindu pada musik-musik era 80-an dan pada saat yang sama menunjukkan bahwa Vince Neil (vocal), Mick Mars (guitar), Nikki Sixx (bass), dan Tommy Lee (drums) masih mampu bermain seperti saat tahun 80-an. (kpl/roc)


KOMENTAR PEMBACA


'THE GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST', Hantu Dari Masa Lalu 'THE GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST', Hantu Dari Masa Lalu
Connor Mead (Matthew McConaughey) adalah tipe pria yang tak punya perasaan. Connor yang bekerja sebagai fotografer selebriti tak bisa menjalin sebuah hubungan asmara cukup lama untuk berakhir dalam sebuah pernikahan. Semuanya berjalan normal bagi Connor hingga suatu saat ia mendapat sebuah kunjungan yang tak akan dilupakannya seumur hidup. klik...
Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri
Tak usah terlalu berharap akan adanya sesuatu yang 'wah' dalam album terbaru Saosin kali ini. Tapi jangan salah, album studio kedua band asal Newport Beach, California, yang dibentuk tahun 2003 ini bukannya tidak bisa dianggap bagus. Namun, para penggemar Saosin yang sudah mengenal mereka sejak gebrakan EP pertama TRANSLATING THE NAME mungkin harus siap-siap merasa kecewa. klik...
PHOTOSHOT