< >
cowo-ndeso

Chi_Q_Ka

MEMBER LAIN
MAILING LIST
Dapatkan berita HOT terbaru di email Anda setiap hari!

Masukkan alamat email
Menurutmu, klub poligami itu:
Bagus juga, biar legal
Bener-bener nggak setuju!
Bodo amat, yang penting pasanganku nggak
Setuju, asal ada poliandri juga
Terserah deh, nggak peduli

POLLING LAIN
INFO VALAS
KURS
JUAL
BELI

USD
9470.00
9371.00

SGD
6825.15
6729.15

HKD
1222.85
1208.15

CHF
9331.05
9206.05

GBP
15730.35
15510.35

AUD
8780.95
8650.95

JPY
105.48
103.42

SEK
1385.25
1357.35

DKK
1907.65
1865.85

CAD
8990.35
8851.35

EUR
14088.10
13913.10

SAR
2534.20
2490.20

NZD
6961.75
6831.75


13-Nov-2009 08:59 WIB
Sumber: klikbca.com


Natalie Imbruglia: 'COME TO LIFE', Album Abu-Abu

Selasa, 27 Oktober 2009 00:48
KapanLagi.com -
Oleh: Galih A. Akbar

Tak bisa dipungkiri jika memiliki sentuhan Lisa Loeb dan olah vokal ala Alanis Morissette lantas membuat Natalie Imbruglia meraih popularitas di telinga pendengarnya. Namun kini, harus juga diakui, setelah dua belas tahun berselang sejak single cover version Torn membuatnya menjadi populer, biduanita asal Australia ini kembali memakai resep orang lain untuk mengulang suksesnya di akhir 90-an silam.

Sebagai album keempat, COME TO LIFE bisa jadi adalah sebuah penegasan eksistensi dari Natalie Jane Imbruglia, just play save.

Begini teorinya, setelah kesuksesan instan ala LEFT OF THE MIDDLE, kemudian disusul musikal-lirikal perfeksionis namun kurang laku dalam WHITE LILIES ISLAND, serta COUNTING DOWN THE DAYS yang sukses secara komersil, namun justru seperti Alanis dan Bjork yang sedang nyanyi di sini, maka sekarang adalah waktu yang tepat bagi mantan bintang opera sabun ini untuk kembali mengulang resep awal, jika mau sukses.

Caranya? Natalie memang tak lagi meng-cover lagu Ednaswap, tapi ia mendapatkan 'jackpot'. Lebih dari cover version (yang setidaknya masih butuh aransemen ulang), Nat 'terima bersih' dua track yang ditulis oleh semua personel Coldplay, ya semua! Chris Martin, Will Champion, Jonny Buckland, dan Guy Berryman.

Lukas dan Fun memang adalah materi 'sisa' dari sesi rekaman VIVA LA VIDA. Namun tentu saja bukan sembarang 'sisa', karena adalah Brian Eno, tangan dingin yang juga berada di balik sukses U2 yang memproduseri track 3 menit 50 detik tersebut, dan Ken Nelson former producer Coldplay untuk track yang terakhir.

Selanjutnya, bisa ditebak dan make sense jika lantas keseluruhan materi dalam COME TO LIFE 'mengekor' 2 single di atas. Meski opening single yang dirilis justru pop-elektronik catchy tapi minor kualitas, Wild About It.

Berikutnya, rasanya bukan sebuah kebetulan jika Nat yang sudah pisah dengan mantan suaminya, Daniel Johns (frontman Silverchair) ternyata juga 'menggeser cintanya' dari influence old-school Silverchair kepada musik pop kontemporer ala Chris Martin dkk. Anda yang menyimak album terdahulu Nat, COUNTING DOWN THE DAYS tentu paham benar hal ini.

Kabar baiknya, Anda akan menemukan variasi dan rasanya tak akan cepat bosan menikmati album ini (setidaknya sambil beraktivitas). WYUT yang bertempo cepat dengan notasi minor, serta electro-pop di Cameo yang akan membuat Anda berpikir ulang jika Britney Spears tak punya lagi saingan!

Overall, Natalie comeback its obvious. Tapi untuk urusan menjual atau jujur dalam berkarya, album yang rilis sejak pertengahan Oktober lalu ini rasanya terlalu abu-abu. Antara musikalitas dan pasar, play save!

Tracklist:
01. My God
02. Lukas
03. Fun
04. Twenty
05. Scars
06. Want
07. WYUT
08. Cameo
09. All The Roses
10. Wild About It (kpl/bar)


KOMENTAR PEMBACA


'THE GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST', Hantu Dari Masa Lalu 'THE GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST', Hantu Dari Masa Lalu
Connor Mead (Matthew McConaughey) adalah tipe pria yang tak punya perasaan. Connor yang bekerja sebagai fotografer selebriti tak bisa menjalin sebuah hubungan asmara cukup lama untuk berakhir dalam sebuah pernikahan. Semuanya berjalan normal bagi Connor hingga suatu saat ia mendapat sebuah kunjungan yang tak akan dilupakannya seumur hidup. klik...
Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri
Tak usah terlalu berharap akan adanya sesuatu yang 'wah' dalam album terbaru Saosin kali ini. Tapi jangan salah, album studio kedua band asal Newport Beach, California, yang dibentuk tahun 2003 ini bukannya tidak bisa dianggap bagus. Namun, para penggemar Saosin yang sudah mengenal mereka sejak gebrakan EP pertama TRANSLATING THE NAME mungkin harus siap-siap merasa kecewa. klik...
PHOTOSHOT