< >
cowo-ndeso

Chi_Q_Ka

MEMBER LAIN
MAILING LIST
Dapatkan berita HOT terbaru di email Anda setiap hari!

Masukkan alamat email
Menurutmu, klub poligami itu:
Bagus juga, biar legal
Bener-bener nggak setuju!
Bodo amat, yang penting pasanganku nggak
Setuju, asal ada poliandri juga
Terserah deh, nggak peduli

POLLING LAIN
INFO VALAS
KURS
JUAL
BELI

USD
9470.00
9371.00

SGD
6825.15
6729.15

HKD
1222.85
1208.15

CHF
9331.05
9206.05

GBP
15730.35
15510.35

AUD
8780.95
8650.95

JPY
105.48
103.42

SEK
1385.25
1357.35

DKK
1907.65
1865.85

CAD
8990.35
8851.35

EUR
14088.10
13913.10

SAR
2534.20
2490.20

NZD
6961.75
6831.75


13-Nov-2009 08:59 WIB
Sumber: klikbca.com


Pink: 'I'M NOT DEAD' Perpaduan Penuh Warna

Sabtu, 08 April 2006 14:24
KapanLagi.com - Saat berhadapan dengan penjualan yang mengecewakan, biasanya beberapa seniman akan mencoba kembali pada apa yang pernah membuat mereka meraih sukses. Namun, hal ini tak berlaku bagi Pink, meski ia kembali memasukan tarian di album barunya ini, I'M NOT DEAD, namun ia tak sepenuhnya mengulang kembali album suksesnya di tahun tahun 2001 M!SSUNDAZTOOD, yang merajai tangga lagu dengan single tenarnya Get the Party Started. Dalam album I'M NOT DEAD ini, Pink merancang perpaduan yang lebih lebih kompleks untuk mendapat hasil yang lebih besar.

Tak dipungkiri, Pink sendiri memang sebuah pribadi yang kompleks, selain ia juga gemar melakukan sesuatu yang begitu berterus-terang. Pink yang mengaku 'anti gadis bodoh' mencoba menyindir 'gadis porno paparazzi' Paris Hilton dalam tembang Cuz I Can; Setelah melantunkan segala kesombongan dan sumpah serapah, ia berubah jadi lembut dan memberi dorongan pada gadis-gadis remaja lewat tembang I Got Money Now, sebuah tembang manis yang merefleksikan kesenduan. Berkolborasi dengan pencipta lagu hit Britney Spears, Max Martin, dia bahkan mencoba melakukan apa saja untuk membuat I'M NOT DEAD sukses.

Album ini seperti 'ping-pong' antara himne lantai dansa dengan kekuatan pop yang medesis, akustik folk-rock dan ballada. Lagu rock keras mengalun kuat dipadu dengan beat-beat elektronik, dipoles dengan lagu ngedance yang dilantunkan dengan semangat rock. Pink bukan hanya mencoba berbagai irama yang berbeda, dia juga menggunakan kebebasan berpolitik untuk melemparkan kecaman pada George W. Bush, seperti dalam tembang bertajuk Dear Mr. President. Jauh beda dengan TRY THIS di tahun 2003, Pink mencoba membuat musik dengan lebih bebas dan jauh lebih riskan serta lebih aneh daripada kebanyakan musik pop di tahun 2006.

Bukan hanya ia terdengar aneh, tapi juga terdengar lebih kuat sebagi seorang penulis lagu dan penyanyi, terbukti dalam tembangnya yang bertajuk The One That Got Away, begitu pula saat ia melontarkan ejekan serta godaan di single andalannya Stupid Girls atau U + Ur Hand. Atau di tembang Leave Me Alone (I'm Lonely), dimana ia seperti menyatukan irama pop murni.

Jadi kali ini, Pink ingin menunjukan sisi pintar, lucu, seksi, menarik, dan lebih dari segalanya, sesuatu yang mengejutkan serta tak dapat ditebak. Ini merupakan album ketiga, dimana Pink mencoba melemparkan bola salju, berbaur dalam penerimaan dengan menghantarkan sebuah rekaman yang lebih liar, lebih kuat serta lebih baik dari sebelumnya. Dapat dipastikan I'M NOT DEAD ini akan jadi hit yang lebih besar dari album terakhirnya, TRY THIS. (mtc/erl)


KOMENTAR PEMBACA


ARTIKEL LAIN
'THE GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST', Hantu Dari Masa Lalu 'THE GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST', Hantu Dari Masa Lalu
Connor Mead (Matthew McConaughey) adalah tipe pria yang tak punya perasaan. Connor yang bekerja sebagai fotografer selebriti tak bisa menjalin sebuah hubungan asmara cukup lama untuk berakhir dalam sebuah pernikahan. Semuanya berjalan normal bagi Connor hingga suatu saat ia mendapat sebuah kunjungan yang tak akan dilupakannya seumur hidup. klik...
Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri
Tak usah terlalu berharap akan adanya sesuatu yang 'wah' dalam album terbaru Saosin kali ini. Tapi jangan salah, album studio kedua band asal Newport Beach, California, yang dibentuk tahun 2003 ini bukannya tidak bisa dianggap bagus. Namun, para penggemar Saosin yang sudah mengenal mereka sejak gebrakan EP pertama TRANSLATING THE NAME mungkin harus siap-siap merasa kecewa. klik...
PHOTOSHOT