KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Brian Hugh Warner adalah ironi dari tipikal aroganisme industri musik Amerika, akrab dengan imej alter egonya yang berada di antara bom sex Marylin Monroe dan serial killer psikopat Charles Manson, cukup sudah tujuh back cataloguenya memberikan warna bagi industri musik paman Sam. Sekaligus membuktikan jika Amerika memang memiliki ego terlalu besar, persis seperti dirinya sendiri.
Bagi seorang Tracy Chapman, perubahan bisa berarti sebagai sesuatu yang mahal, betapa tidak, 22 tahun berlalu sejak debut album self-titlednya, Tracy masih bertahan di jalur yang sama, warna musik yang nyaris tak berubah, serta pengamatannya yang masih sama detailnya mengenai bentuk kehidupan manusia, satu hal yang kian langka, tetap menjadi simple.
Setelah beberapa album hip hop yang dianggap sempurna oleh banyak kritikus musik, namun anjlok di pasaran, Black Eyed Peas pun dihadapkan pada pilihan yang rumit. Mereka pun memilih menjadi populer dengan menggaet Fergie dalam album ELEPHUNK mereka yang dirilis 2003 silam. Dan kali ini, dengan THE E.N.D., mereka kembali menawarkan hits yang pastinya bisa populer dan lirik tanpa perlu berpikir lagi untuk dinikmati.
Gigi memang selalu kepingin tampil beda. Band asal Bandung yang digawangi Armand Maulana dkk ini kembali menelurkan album andalan. Uniknya, justru di album studio ke-11 ini, mereka menggunakan self title sebagai tajuknya - berbeda dengan kebanyakan band yang merilis album self title di album perdana. Isinya? Jangan ditanya, benar-benar spesial pakai telor.
Richey Edwards memang telah hilang bak ditelan bumi sejak tahun 1995, dan telah resmi dinyatakan tewas pada 2008 lalu, namun lewat JOURNAL FOR PLAGUE LOVERS, ia kembali menghantui industri musik yang selalu disebutnya 'palsu', dengan menjadi setiap lirik dari musik Manic Street Preachers.
'INKHEART', Menyatunya Dunia Dongeng dan Dunia Nyata
Lenka: 'LENKA,' Tak Perlu Usaha Keras Temukan Masa Kanak-Kanak