< >

Untuk Apa Anda Makan?

Jum'at, 05 September 2008 16:46
KapanLagi.com - Siapa bilang makan itu hanya kebutuhan primer saja. Makan itu ada filosofinya lho. Masing -masing orang memiliki filosofi sendiri-sendiri. Filosofi tersebut akan mengubah hidup Anda. Percaya atau tidak? Simak dulu artikel ini.

Utamanya ada empat filosofi makan. Keempatnya muncul dari pikiran Anda. Pernahkah Anda mendengar bahwa pikiran menentukan nasib seseorang? Mulai sekarang berhati-hatilah menggunakan pikiran Anda. Hindari berpikir negatif, terutama yang berhubungan dengan makanan. Makanan adalah asupan utama yang mempengaruhi kesehatan dan kondisi badan Anda. Jadi salah memilih filosofi Anda juga yang akan rugi.

Tentukan dulu filosofi makan Anda. Lihat Empat filosofi berikut, kemudian bandingkan dengan milik Anda. Segera ubah apabila menurut Anda itu kurang baik. Dan percayalah filosofi ini akan mengubah hidup Anda.

Filosofi yang pertama, 'Makan adalah kesenangan'

Anda yang merasa dalam kesehariannya makan hanya untuk menyenangkan diri, inilah tipe pertama. Apakah buruk? Jawabannya relatif. Coba Anda pikir kembali. Makan untuk memperoleh kesenangan, apakah ada batasan? Bisa-bisa Anda over weight karena saking senangnya Anda makan. Beruntunglah Anda apabila tahu cara pengendaliannya. Namun tetap saja, makan demi kesenangan itu bukan filosofi yang akan membuat kehidupan Anda lebih baik. 80% dari pelaku filosofi ini adalah orang-orang yang bermasalah dengan kesehatannya. Orang-orang yang menderita bulimia, obesitas, atau kecanduan makanan. Anda merasa makan demi meraih kesenangan? Segera ubah filosofi Anda.

Filosofi yang kedua, 'Makan adalah kebiasaan'

Ada kalanya Anda lupa, apakah Anda sudah makan atau belum. Wah, sepertinya Anda tidak terlalu merasa bahwa makan itu adalah hal yang penting. Pada umumnya Anda yang gila kerja atau keasyikan melakukan suatu kegiatan adalah pemilik filosofi ini. Akhirnya Anda cenderung tidak memiliki selera makan yang bagus. Bagi Anda makan adalah sekedar kebiasaan. Akibatnya Anda tidak lagi memikirkan apakah makanan itu bergizi atau tidak. Bagi Anda asal bisa makan, selesailah tugas Anda. Filosofi tipe kedua ini juga bukan filosofi yang bagus untuk Anda. Kesehatan Anda 75% ditentukan oleh asupan yang Anda konsumsi. Si pemilik filosofi ini cenderung menderita banyak penyakit. Mari mulai mengubah filosofi ini. Jangan makan hanya karena kebiasaan.

Filosofi yang ketiga, 'Makan adalah gaya hidup'

Zaman memang semakin maju. Banyak resto-resto atau cafe-cafe menawarkan berbagai kelebihannya dalam hal makanan. Berbagai menu dipajang. Didukung sistem penjualan yang berlomba-lomba. Entah situasi yang romantis, band pendukung, penyanyi terkenal, atau voucher gratis. Anda jadi dibuat berpikir. Memilih makanan juga harus tentukan suasananya. Cocok tidak apabila Anda menggandeng pasangan Anda masuk ke sana? Makan di mana, dengan menu apa, menentukan siapa Anda. Lalu apa peduli Anda? Tentukan pilihan Anda mulai dari sekarang. Anda ingin sehat dan mempunyai kehidupan yang lebih baik, atau hanya sekedar supaya kelihatan bergaya? Para pemilik filosofi ketiga ini juga harus menyusun kembali filosofinya. Makan tak hanya agar kelihatan gaya. Makan harus demi kesehatan Anda.

Filosofi yang keempat, 'Makan adalah Kebutuhan'

Save the best for the last. Ya betul. Filosofi ini memang yang terbaik. Baik bagi kesehatan. Baik bagi Anda yang ingin diet dan mendapatkan berat badan yang ideal. Baik bagi semua aspek. Makan memang harus sesuai kebutuhan. Tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Pertimbangkan asupan gizinya, sehingga bagus untuk organ-organ Anda. Makan memang harus sesuai kebutuhan. Itulah yang menjadikan kehidupan Anda lebih baik. Terapkan filosofi ini dalam pikiran dan hidup Anda. Bandingkan dengan yang sebelumnya. Pastikan bahwa hidup Anda berubah ke arah yang lebih baik. (kpl/bee)


KOMENTAR PEMBACA