< >
cowo-ndeso

Chi_Q_Ka

MEMBER LAIN
MAILING LIST
Dapatkan berita HOT terbaru di email Anda setiap hari!

Masukkan alamat email
Menurutmu, klub poligami itu:
Bagus juga, biar legal
Bener-bener nggak setuju!
Bodo amat, yang penting pasanganku nggak
Setuju, asal ada poliandri juga
Terserah deh, nggak peduli

POLLING LAIN
INFO VALAS
KURS
JUAL
BELI

USD
9470.00
9371.00

SGD
6825.15
6729.15

HKD
1222.85
1208.15

CHF
9331.05
9206.05

GBP
15730.35
15510.35

AUD
8780.95
8650.95

JPY
105.48
103.42

SEK
1385.25
1357.35

DKK
1907.65
1865.85

CAD
8990.35
8851.35

EUR
14088.10
13913.10

SAR
2534.20
2490.20

NZD
6961.75
6831.75


13-Nov-2009 08:59 WIB
Sumber: klikbca.com


Various Artists: 'OST. LASKAR PELANGI', Begitu Banyak Warna

Rabu, 22 Oktober 2008 07:55
KapanLagi.com - Gado-gado, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan album yang berisi sembilan lagu yang menjadi sound track film LASKAR PELANGI ini. Bagaimana tidak, Anda bisa menemukan banyak musisi dengan banyak genre musik yang mencoba 'menerjemahkan' alur cerita film ini menjadi deretan nada dan kata dalam lagu mereka.

Nidji kebagian membuka album ini dengan track Laskar Pelangi yang pasti sudah tak asing lagi di telinga lantaran saking seringnya diputar di banyak media. Nidji mencoba memasukkan unsur etnik dengan memasukkan bunyi mandolin yang kadang mencuri-curi masuk di antara bunyi instrumen lain.

Sherina menyusul di track kedua dengan lagu Ku Bahagia. Bisa jadi lagu ini adalah lagu yang paling bagus dari sisi aransemen. Lagu ini terdengar 'rapat' dengan latar string arrangement yang mengawal vokal Sherina hampir sepanjang lagu berdurasi kurang dari lima menit ini. Lagu ini menerjemahkan film LASKAR PELANGI sebagai suatu kesederhanaan yang diwujudkan dalam lirik yang lugas tanpa ada metafora.

Di urutan keenam ada lagu yang cukup unik. Lagu berirama waltz ini punya paduan melodi yang unik di antara lagu-lagu yang lain. Sayangnya kesan yang tertangkap malah Coldplay. Entah karena kebetulan atau memang disengaja namun yang jelas saya seolah mendengar suara Chris Martin di sini. Terlepas dari itu, lagu ini lumayan sulit dibawakan karena punya range nada yang cukup berjauhan. Yang membuat lagu ini jadi beda dengan lagu-lagu lain mungkin adalah bahasa penuh metafora yang digunakan dalam liriknya.

Secara garis besar, album ini hanya memiliki keterkaitan hanya pada tema lirik saja. Dari sisi musik saya tak melihat adanya kaitan yang cukup kuat untuk membuat album ini jadi terasa sebagai satu album. Nuansa yang dibentuk tiap lagu terasa berbeda. Kesan ini jadi makin terasa saat Anda belum melihat filmnya. Dengan kata lain album ini tak bisa dipisahkan dari filmnya. Anda tak bisa menikmati album ini sebagai satu album yang terlepas dari filmnya.

Itulah kenapa saya menyebutnya gado-gado. Begitu banyak warna dalam album ini. Atau mungkin karena album ini adalah sound track dari film berjudul LASKAR PELANGI, pelangi dengan banyak warna. Terlepas dari itu album ini punya sisi menarik lantaran menjadi sebuah escape dari kemonotonan tema yang melanda dunia musik Indonesia. (kpl/roc)


KOMENTAR PEMBACA


'THE GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST', Hantu Dari Masa Lalu 'THE GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST', Hantu Dari Masa Lalu
Connor Mead (Matthew McConaughey) adalah tipe pria yang tak punya perasaan. Connor yang bekerja sebagai fotografer selebriti tak bisa menjalin sebuah hubungan asmara cukup lama untuk berakhir dalam sebuah pernikahan. Semuanya berjalan normal bagi Connor hingga suatu saat ia mendapat sebuah kunjungan yang tak akan dilupakannya seumur hidup. klik...
Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri
Tak usah terlalu berharap akan adanya sesuatu yang 'wah' dalam album terbaru Saosin kali ini. Tapi jangan salah, album studio kedua band asal Newport Beach, California, yang dibentuk tahun 2003 ini bukannya tidak bisa dianggap bagus. Namun, para penggemar Saosin yang sudah mengenal mereka sejak gebrakan EP pertama TRANSLATING THE NAME mungkin harus siap-siap merasa kecewa. klik...
PHOTOSHOT