INDONESIA

[Review] 'BANGUN LAGI DONG LUPUS', Lupus Bangun, Lalu Tidur Lagi

Senin, 08 April 2013 15:51  | 

Acha Septriasa


[Review] 'BANGUN LAGI DONG LUPUS', Lupus Bangun, Lalu Tidur Lagi
Foto: Komando Pictures

KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Siapa tak mengenal Lupus, cowok lucu dan tengil berjambul a la Duran Duran yang hobi meniup permen karet. Karakter rekaan Hilman Hariwijaya ini awalnya muncul di majalah Hai sebelum beredar pertama kali dalam bentuk novel berseri pada November 1986. Pamor Lupus yang booming pada masanya melahirkan 5 adaptasi film hingga beberapa sinema elektronik.

Setelah menghilang cukup lama, adalah surprise tersendiri saat mendengar bersama Eko Patrio, Hilman Hariwijaya berniat menghidupkan kembali Lupus dari tidurnya dengan beberapa penyesuaian di sana-sini.

Lalu lahirlah BANGUN LAGI DONG LUPUS, film besutan Benni Setiawan yang berusaha membangunkan kembali sosok ikonik ini dari tidurnya dengan bintang-bintang baru sebagai pemeran utama.

Kisah dibuka dengan masuknya Lupus (Miqdad Addausy) di SMA Merah Putih. Selain bertemu dengan Boim (Alfie Affandy) dan Gusur (Jeremy Christiant) yang kemudian menjadi sidekick dalam kesehariannya, Lupus juga mengenal gadis manis bernama Poppy (Acha Septriasa) yang secara perlahan merebut hatinya.

Tujuan Eko Patrio memang patut diapresiasi dalam menghidupkan Lupus kembali di tengah masyarakat kini, juga sebagai upaya menarik penggemar Lupus untuk bernostalgia. Sayangnya Lupus versi baru ini cenderung lupa pada akarnya.

Pada paruh perkenalan beberapa hal khas Lupus dialirkan begitu lancar layaknya sebuah homage. Namun memasuki paruh tengah hingga akhir, naskah yang ditulis oleh Hilman dan Benni Setiawan cenderung mengganggu dengan masuknya beberapa sub plot tak tepat karena membuat kisah melenceng kesana kemari tanpa arah.

Seolah belum cukup, karakter-karakter yang ada dihadirkan dengan dangkal. Penonton tak benar-benar dibiarkan untuk peduli, bahkan sekadar mengenang siapa Lupus. Contohnya karakter Mami (Ira Maya Sopha), Lulu (Mela Austen) serta Anto (Fadila Mahadira), untuk nama terakhir bahkan dihilangkan saja tidak berimbas apa-apa karena tak pernah diperkenalkan secara layak.

Padahal tak ada yang salah dengan akting baik dari para bintang baru maupun lama. Contohnya chemistry Acha dan Miqdad, keduanya cukup meyakinkan sebagai anak sekolahan yang tengah merasakan jatuh cinta di balik problema masing-masing. Tak lupa hadirnya Boim yang usil serta Gusur yang hobi berbicara sesuai EYD alias Ejaan Yang Disempurnakan.

Tak hanya itu, tata musik juga cukup membangun suasana di saat yang tepat. Seperti hadirnya lagu soundtrack dari band Kotak yang bersemangat dan penuh gejolak masa muda.

Memang tidak sepenuhnya gagal, namun BANGUN LAGI DONG LUPUS hanya akan membangunkan Lupus dari tidurnya sesaat, lalu dibiarkan tidur lagi. Cukup bisa diterima oleh generasi kekinian yang kepo dengan sejarah Lupus. Namun terasa kurang menggigit bagi generasi yang tumbuh bersama Lupus.

(kpl/abs)




Komentar