INDONESIA

[Review] 'LAURA & MARSHA', Tentang Hidup, Kesempatan dan Arti Persahabatan

Selasa, 26 Maret 2013 21:51  | 

Prisia Nasution


[Review] 'LAURA & MARSHA', Tentang Hidup, Kesempatan dan Arti Persahabatan
Foto: Inno Maleo Films




KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Setelah ditinggal suaminya tanpa kejelasan, Laura (Prisia Nasution) menjadi ibu tunggal dari anak perempuan bernama Luna (Afiqah). Wanita yang kesehariannya sangat terstruktur ini bersahabat dengan penulis bernama Marsha (Adinia Wirasti) yang cenderung cuek dalam menyikapi setiap masalah.

Suatu hari Laura dan Marsha melakukan perjalanan ke Eropa. Setibanya di Amsterdam dan bersiap meluncur ke destinasi selanjutnya yang telah disepakati, keduanya menyadari bahwa akan ada banyak hal terjadi. Saat fakta-fakta yang selama ini ditutupi perlahan terungkap, persahabatan mereka pun diuji.

LAURA & MARSHA adalah film kedua Dinna Jasanti setelah BURUNG-BURUNG KERTAS yang rilis secara indie pada tahun 2007. Cukup menyenangkan melihat karya terbaru dari wanita yang menjadi produser film UNDER THE TREE (2008) dan NEGERI 5 MENARA (2012) ini. Dinna begitu taktis memperlakukan anaknya sehingga yang tersaji kemudian adalah visualisasi rasa nyaman, hangat dan menyenangkan.

Hal tersebut bersinergi dengan dengan naskah garapan Titien Wattimena. Seperti biasa, ia mampu mengaduk emosi penonton lewat beberapa sekuens sejak film dibuka hingga klimaks yang mempertemukan dua pemeran utamanya, Prisia Nasution dan Adinia Wirasti, dalam beberapa adegan inti menguras emosi.

Tak bisa disangkal, selain setting Eropa yang begitu melenakan, bintang dalam film ini adalah duet Prisia dan Adinia yang begitu sempurna. Mereka berhasil memberi nyawa dalam karakter yang diemban secara natural. Keduanya sukses membuat penonton percaya dan peduli bagaimana nasib Laura dan Marsha kemudian.

Selain dua bintang tersebut juga ada penampilan dari Ratna Riantiarno sebagai ibu Laura, Restu Sinaga sebagai Rian, suami Laura yang dianggap tak bertanggung jawab, serta aktor luar bernama Ayal Oost sebagai Finn.

Usai menonton film ini, kita diajarkan pada tiga hal tentang arti hidup, kesempatan dan persahabatan. Tiga hal sederhana yang membuat dunia lebih berwarna. Tiga hal yang akan kamu cecap dalam hari-harimu. Selamat menempuh perjalanan...

(kpl/abs)