INSIGHT-HOLLYWOOD

'NORIKO'S DINNER TABLE'

Senin, 14 Mei 2012 12:13

'NORIKO'S DINNER TABLE'
Noriko's Dinner Table
KapanLagi.com - Cinemags
CinemagsCinemags
 

Starring: Kazue Fukiishi, Tsugumi, Ken Mitsuishi, Yuriko Yoshitaka, Shiro Namiki, Sanae Miyata, Toru Tezuka, Usamaru Furuya | Directed by: Sion Sono | Runtime: 159 minutes | Language: Japanese

Meski sukses mengejutkan banyak kalangan melalui film kontroversialnya; SUICIDE CLUB (SC) (Asian Movie Recommendation Cinemags #152), klimaks serta ending yang disajikan film tersebut masih menyisakan beberapa pertanyaan yang tidak terjawab. Oleh karena itulah, Sion Sono menghadirkan sebuah film yang bisa dikatakan sebagai pemberi titik terang peristiwa apa yang melatari fenomena yang mengemuka dalam SC.

Diluncurkan empat tahun setelah SC, film bertajuk NORIKO'S DINNER TABLE ini menghadirkan kisah yang berfungsi sebagai prekuel sekaligus sekuel, karena di dalamnya menceritakan kejadian sebelum dan sesudah peristiwa yang terjadi dalam SC, serta memberi gambaran yang lebih jelas mengenai beberapa plothole yang ada dalam predesornya.

Seorang gadis pemalu dan pendiam berusia 17 tahun bernama Noriko Shimabara (Fukiishi) yang tinggal dengan keluarganya yang terdiri dari sang ibu; Taeko (Miyata), Yuka (Yoshitaka); adiknya, dan Tetsuzo (Mitsuishi) di Toyokawa, Jepang merasa tidak kerasan karena ia punya impian tinggal di kota besar. Sayangnya, sang ayah tidak memahami perasaan putrinya ini dan melarangnya karena nasib buruk yang dialami dua sepupunya yang hamil di luar nikah kala berada di Tokyo.

Akibatnya, Noriko nekat kabur ke Tokyo di mana ia kemudian bertemu dengan gadis misterius bernama Kumiko (Tsugumi) alias Ueno Station 54, ketua situs pertemanan Haikyo.com. yang sebelumnya sudah sering berinteraksi dengannya. Noriko lalu diajak Kumiko bertemu dengan sanak familinya. Namun ternyata, itu bukan keluarga aslinya, melainkan hanya aktor-aktris yang bekerja untuk organisasi yang digalang sang gadis; I.C.Corp yang bergerak sebagai penyedia jasa 'seni peran' bagi kliennya guna mewujudkan fantasi kliennya akan kehidupan keluarga yang bahagia, bahkan jika fantasi itu memakan korban jiwa.


"The only way to figure out what we can be... is to lie openly and pursue emptiness.

Enam bulan kemudian, 54 gadis menabrakkan diri mereka ke sebuah kereta. Mereka mati dengan bahagia, meninggalkan hujan darah pada para saksi mata (termasuk Noriko dan Kumiko). Sementara itu, tidak lama setelah kejadian itu, Yuka juga kabur menyusul sang kakak bergabung dengan I.C.Corp.

Awalnya, Tetsuzo bersikap tabah, namun setelah Taeko yang frustasi dan kemudian bunuh diri, ia mulai mengumpulkan petunjuk yang berujung pada Hailcyo.com yang dikaitkannya dengan aliran cult yang disebut the Suicide Club, di mana Noriko dan Yuka diperkirakan menjadi bagiannya. Ia lalu merancang sebuah skema guna 'menjebak' keduanya.

Apa yang terjadi kala sang ayah akhirnya bisa bertemu dengan kedua putrinya ini? Lalu apakah Suicide Club sebenarnya? Jawaban semua itu ada dalam paruh akhir film berdurasi lebih dari dua jam ini.

Seperti predesornya, tema kesepian dan bunuh diri menjadi dua elemen yang paling mengemuka, selain juga mengangkat permasalahan gap antargenerasi dalam keluarga modern. Sedangkan, mengenai tone yang ada, meski tidak sekelam dan se-gore SC, sajian film ini tergolong 'kelas berat' dan tidak kalah 'sakitnya'.

Secara keseluruhan, seperti layaknya film pendahulunya, NORIKO'S DINNER TABLE sangat layak disebut sebagai salah satu film thriller Asia berkualitas. Perlu diinformasikan, film ini berhasil menyabet penghargaan Don Quixote di ajang 40th Karlovy Vary International Film Festival di Republik Ceska, serta menjadi tonggak awal yang gemilang bagi perjalanan karir Yuriko Yoshitaka, salah satu bintang papan atas negeri matahari terbit.(Cinemags/roc)

Source: Cinemags, April 2012, halaman 112




Komentar