INSIGHT-HOLLYWOOD

'SPARTACUS'

'SPARTACUS'
Spartacus
Sabtu, 10 Maret 2012 12:13  | 

Kirk Douglas


KapanLagi.com - Cinemags

CinemagsCinemags

They trained him to kill for their pleasure, but they trained him a little too well

Director: Stanley Kubrick | Starring: Kirk Douglas, Laurence Olivier, Jean Simmons, Charles Laughton, Peter Ustinov, John Gavin | Genre: Action, Adventure | Release: 7 Oktober 1960 | Runtime: 184 min

Di tahun 1960, Stanley Kubrick menyuguhkan sebuah film epos kolosal dengan setting kerajaan Roma di tahun 73 sebelum masehi berjudul SPARTACUS. Sebuah film klasik tentang perlawanan terhadap tirani penguasa yang bertindak tidak adil dan semena-mena kepada rakyatnya.

Film ini bercerita tentang seorang budak bernama Spartacus (Douglas) bekerja di pertambangan milik kerajaan Roma di daerah Libya, Afrika Utara. Spartacus merupakan seorang budak yang kuat, pemberani, dan memiliki jiwa pemberontak. Suatu hari, ia mendapati seorang rekannya terkapar karena kelelahan dan mencoba untuk menolong rekannya tersebut. Namun, usahanya ini malah mengundang amarah dari penjaga dan menghajarnya sehingga terjadi perkelahian. Atas tindakannya tersebut budak yang berasal dari daerah Thracian ini akhirnya mendapat hukuman dari petinggi tambang tersebut.

Di masa hukumannya ini, datang pemilik sebuah akademi gladiator dari Italia yang tengah mencari budak untuk dijadikan gladiator bernama Lentulus Batiatus (Ustinov). Tertarik kepada Spartacus, ia lalu membelinya dan dibawa ke Capua. Di akademi ini, Spartacus dan para calon gladiator lainnya berlatih dengan keras, dan di sana pula ia bertemu dan jatuh cinta kepada wanita bernama Varinia (Simmons).

Di akademi gladiator Batiatus, para calon gladiator diperlakukan dengan layaknya binatang aduan. Perlakuan yang semena-mena terhadap para gladiator ini membuat Spartacus geram dan merencanakan pemberontakan terhadap akademi milik Batiatus. Pemberontakan ini akhirnya berhasil dan menjadikannya sebagai pemimpin para gladiator. Di bawah pimpinan Spartacus, para gladiator bersatu dan merencanakan pemberontakan yang lebih besar lagi, yakni menyerang Roma guna menghentikan perilaku para pemimpin yang semena-mena.

Spartacus menjadi film terakhir Kubrick untuk bekerja atas 'pesanan' para produser, karena Kubrick menganggap bahwa 'pesanan' dari para produser membuat kreativitasnya dalam berkarya menjadi tidak berkembang. Untuk memunculkan suasana kolosal yang riil, Kubrick menggunakan sekitar delapan ribu anggota infanteri Spanyol. Film yang mendapatkan keuntungan sebesar 60 juta dolar ini berhasil mendapatkan empat piala Oscar, untuk kategori, Best Art Direction-Set Decoration, Best Cinematography, Best Costume Design, dan Best Supporting Actor untuk Peter Ustinov.(Cinemags/roc)

"When a free man dies, he loses the pleasure of life. A slave loses his pain. Death is the only freedom a slave knows. That's why he's not afraid of it. That's why we'll win." - Spartacus

Source: Cinemags, Februari 2012, halaman 110




Komentar