INSIGHT-HOLLYWOOD

The Gekko (F)Actor

Sabtu, 11 Desember 2010 12:13  | 

Michael Douglas







KapanLagi.com - Cinemags

CinemagsCinemags

"The history of second-generation actors isn't great in our industry"Michael Douglas

Terkadang berstatus sebagai anak dari orangtua yang sudah memiliki nama besar bisa menjadi cambuk bagi seseorang untuk membuktikan eksistensinya. Situasi itulah yang mempengaruhi perjalanan karir seorang Michael Douglas, hingga menjadi aktor papan atas seperti sekarang.

Pada masa-masa awal pria bernama lengkap Michael Kirk Douglas memutuskan untuk terjun ke dunia akting pada kurun waktu akhir 60an, sang ayah; Kirk Douglas adalah salah satu bintang besar Hollywood, lewat deretan film sukses antara lain: CHAMPION, LONELY ARE THE BRAVE, PATHS OF GLORY, dan SPARTACUS. Nama besar sang ayah mau tidak mau memberi beban sangat berat bagi Michael, yang membuatnya bertekad untuk jangan sampai ia gagal ataupun sampai tertolong oleh nama besar sang ayah. Akibatnya pada masa-masa awal kariernya, tak jarang pria kelahiran 25 September 1944 itu mengalami kebimbangan luar biasa dan dihinggapi demam panggung sebelum tampil.

Michael DouglasMichael Douglas

Rasa inferior Douglas semakin menjadi-jadi, kala setelah debut aktingnya sebagai cameo di CAST A GIANT SHADOW dan HAIL, HERO!, dan peranan tetapnya dalam serial drama televisi: THE STREET OF SAN FRANCISCO yang kemudian berlanjut hingga empat tahun ke depannya (1972-1976), tidak juga membuat karirnya membaik, di mana ia hanya berhasil mendapatkan beberapa peran kecil dalam film yang kurang populer.

"I was warned by everyone in Hollywood that Michael couldn't act, that he was a producer more than an actor and would spend all his time in his trailer on the phone. But to be honest, when he's acting he gives it his all".Oliver Stone about Michael Douglas

Untungnya, Douglas memiliki teman; Danny DeVito, yang menjadi rekan satu apartemennya, yang sama seperti sang anak aktor, juga berusaha merintis karir yang sukses sebagai pelakon peran. Kedua sahabat itu selalu saling menyemangati satu sama lain agar tidak patah arang dalam mengejar impian mereka.

Merasa kariernya sebagai aktor bagai berjalan di tempat, Douglas sempat memutuskan untuk menjadi produser, dengan memproduseri ONE FLEW OVER THE CUCKOO'S NEST, yang di luar dugaannya sukses mengganjarnya anugerah Oscar, kala film yang dibintangi oleh Jack Nicholson itu berhasil mendapatkan anugerah Film Terbaik di ajang tersebut.

Peruntungannya mulai berubah kala ia banting stir ke genre komedi. Film aksi komedi yang dibintangi sekaligus diproduserinya di tahun 1985; ROMANCING THE STONE berhasil menjadi hit, sekaligus menjadi ajang perkenalan kedua sosok Douglas sebagai pemeran utama. Setahun berikutnya ia dipercaya untuk kembali menjadi peran utama sekaligus meneruskan peran yang dimainkannya, dalam film sekuelnya; THE JEWEL OF THE NILE.

Tahun 1987, boleh dikatakan merupakan tahun yang sangat penting bagi perjalanan karier seorang Michael Douglas, sebagai aktor serius dengan kualitas akting yang sangat mumpuni baik itu sebagai tokoh protagonis maupun antagonis. Setelah kolaborasinya dengar Glenn Close dalam FATAL ATTRACTION berbuah sangat manis, di tahun yang sama Douglas berhasil memperoleh pengakuan Oscar atas kemampuan aktingnya lewat peran pebisnis licik Gordon Gekko dalam WALL STREET. Kemenangan Douglas lewat peran itu semakin luar biasa, karena kemudian terungkap fakta bahwa Douglas bukan kandidat utama untuk peran itu.

"Is this a softer Gekko? Eh, I can't say that. I think he's got some amends to make. (Laughs) We'll see what he's up to."Michael Douglas

Sebelum peran ini jatuh ke tangannya, pihak studio sebenarnya menginginkan Warren Beatty untuk memerankan sosok tersebut, akan tetapi yang bersangkutan menolak karena tidak tertarik sama sekali. Oliver Stone juga sempat mempertimbangkan Richard Gere untuk memainkannya.

Uniknya, Stone justru sempat diwanti-wanti banyak insan Hollywood untuk tidak menggunakan Douglas, karena dinilai tidak bisa berakting, lebih cocok menjadi seorang produser, dan akan menghabiskan banyak waktunya di lokasi syuting dalam trailernya sambil memegang telepon. Namun, Stone tidak menghiraukan peringatan banyak orang, karena ia melihat Douglas memiliki kualitas memerankan tokoh antagonis dan Stone sendiri selalu yakin bahwa sang aktor pas untuk memerankan sosok seorang pebisnis.

Pasca WALL STREET, Douglas yang kini kualitas aktingnya sudah tidak ada yang berani meragukan lagi, mulai meniti jalan sutra di percaturan Hollywood. Seusai membintangi film aksi BLACK RAIN, dua tahun setelah keberhasilannya menyabet Oscar, Douglas kembali berevolusi, yang untuk kesekian kalinya mengubah imej aktornya. Lewat perannya dalam film thriller kontroversial karena menyiratkan penggambaran biseksualitas dan lesbianisme; BASIC INSTINCT bersama Sharon Stone, Douglas menjadi sosok yang dipandang untuk peran-peran karakter 'man against woman'.

Kini, setelah sempat rehat beberapa tahun dari dunia layar lebar, sempat tersangkut permasalahan kecanduan alkohol di puncak karirnya dan terakhir tampil dalam SOLITARY MAN, Douglas yang sekarang memasuki usia 65 tahun, akan kembali memerankan tokoh Gordon Gekko; peran yang berhasil mengubah peruntungan dan karier aktingnya, dalam film tergresnya; WALL STREET: MONEY NEVER SLEEPS.

Michael DouglasMichael Douglas

Question(Q): Apa yang membuat Anda mau kembali memerankan sosok Gordon Gekko di film sekuel ini?
Michael Douglas (MD): Jujur saja, saya munafik jika saya tidak mengatakan bahwa saya tertarik untuk bernostalgia dengan tokoh ini. Kami melakukan syuting film pertama pada tahun 1986, dan itu adalah masa-masa yang sangat luar biasa. Terus terang saya tertarik untuk menjadi bagian akan sejauh mana kisah ini bakal berkembang.

(Q):Jika boleh tahu apakah ada adegan spektakuler di dalamnya?
(MD):Kali ini diceritakan akan ada sebuah tragedi besar yang akan membawa pengaruh luar biasa pada perkembangan pasar modal. It's an exciting time to make a picture about Wall Street.

(Q): Menurut Anda apakah sekuel ini memiliki pondasi cerita yang kuat?
(MD): Ya, tentu saja. Allan Loeb telah membuat skrip yang sangat bagus, terlebih ketika Oliver Stone menyatakan setuju untuk menukangi proyek ini, ia langsung menyisipkan banyak unsur yang membuat film ini memiliki kaitan kuat dengan film sebelumnya. I think it'll be a relevant movie. It's all to do with the execution, I guess.

(Q): Bisakah Anda ceritakan apa yang akan terjadi di film sekuel WALL STREET ini?
(MD): Kisahnya bergulir lebih dari 20 tahun setelah ending film pertamanya. Gekko akhirnya keluar dari penjara, dan ia berusaha menjadi sosok yang 'baru' terutama dalam membina hubungan dengan putrinya.

(Q): Jika Gekko bukan menjadi sosok antagonis, siapakah tokoh antagonis yang kali ini muncul di film sekuelnya ini?
(MD): Saya rasa karakter yang akan dimainkan Josh Brolin yang akan menjadi sosok antagonis kali ini, di mana karakter yang dimainkannya memiliki kemiripan dengan karakter yang dimainkan Terrence Stamp di film pertamanya.

(Q): Apakah publik akan melihat sosok Gekko yang lebih lunak, di film sekuelnya ini?
(MD): Eh, I can't say that. Saya pikir dia akan melakukan beberapa perubahan, (tertawa) Kita lihat saja apa saja yang akan dia lakukan.(Cinemags/roc)

Awards

  • L.A Critics Film Association: The Best Actor, WONDER BOYS, 2000
  • Cesar Award: Honorary Award for Film Contributions, 1998
  • Golden Globe: The Best Actor in a Motion Picture, WALL STREET, 1987
  • Academy Award: The Best Actor, WALL STREET, 1987
  • Academy Award: The Best Picture, ONE FLEW OVER THE CUCKOO'S NEST, 1975
  • Golden Globe: The Best Motion Picture-Drama, ONE FLEW OVER THE CUCKOO'S NEST, 1975

Selected Filmography

  • HAYWIRE (2011) (post-production)
  • WALL STREET: MONEY NEVER SLEEPS (2010) .... Gordon Gekko ... aka "WALL STREET" - Japan (English title)
  • SOLITARY MAN (2009)
  • GHOSTS OF GIRLFRIENDS PAST (2009)
  • BEYOND A REASONABLE DOUBT (2009)
  • KING OF CALIFORNIA (2007)
  • YOU, ME AND DUPREE (2006)
  • THE SENTINEL (2006)
  • THE IN-LAWS (2003/I)
  • IT RUNS IN THE FAMILY (2003)
  • DON'T SAY A WORD (2001)
  • ONE NIGHT AT MCCOOL'S (2001)
  • TRAFFIC (2000)
  • WONDER BOYS (2000)
  • A PERFECT MURDER (1998)
  • THE GAME (1997)
  • THE GHOST AND THE DARKNESS (1996)
  • THE AMERICAN PRESIDENT (1995)
  • DISCLOSURE (1994)
  • BASIC INSTINCT (1992)
  • BLACK RAIN (1989/1)
  • WALL STREET (1987)
  • FATAL ATTRACTION (1987)
  • A CHORUS LINE (1985)
  • THE JEWEL OF THE NILE (1985)
  • ROMANCING THE STONE (1984)
  • THE STAR CHAMBER (1983)
  • IT'S MY TURN (1980)
  • CAST A GIANT SHADOW (1966)

Source: Cinemags, Oktober 2010, halaman 74