INTERNASIONAL

'KABHI ALVIDA NAA KEHNA', Konflik & Kompromi Cinta Dalam Perkawinan

Rabu, 23 Agustus 2006 11:21



KapanLagi.com - Karan Johar, hampir pasti semua penggemar film Bollywood mengenali penulis skenario dan sutradara yang piawai mengusung film yang begitu lekat di hati ini. Sebut saja film KUCH KUCH HOTA HAI yang dirilis tahun 1998 membuat kita sadar bahwa persahabatan bisa menjadi akar sebuah cinta, KABHIE KHUSHI KABHIE GAM (2001), yang menyadarkan kita untuk lebih menghargai orang tua kita, dan hampir lima tahun berselang Karan kembali dengan KABHI ALVIDA NAA KEHNA (KANK), sebuah film yang mengajari kita tentang arti suci sebuah pernikahan.

Di film KANK, kita tak lagi melihat suasana dan geliat aktivitas kampus, yang selama ini menjadi ciri khas Karan, namun Karan mengajak kita menikmati glamornya kehidupan kota kosmopolitan New York, lengkap dengan karakternya yang tak lagi murni 'india' namun lebih beraroma modern Amerika.

Film berdurasi sekitar tiga jam ini menuturkan kisah dua pasangan suami-istri yang tak lagi merasakan kehangatan dalam hubungan mereka.

Di awali dari pasangan Dev Saran (Shahrukh Khan) mantan pemain bola tenar yang terpaksa harus mengakhiri karir bolanya usai cedera yang membuatnya cacat. Dev beristrikan Rhea (Preity Zinta), wanita cantik, smart dan modern dengan karir sukses di sebuah majalah mode. Perbedaan, kesibukan dan padatnya aktivitas Rhea membuat Dev merasa tersisih, dan lambat laun membawa hubungan mereka menjadi semakin kering.

Sementara Maya Talwar (Rani Mukerji), wanita yang harus menikah dengan Rishi (Abhishek Bachchan), seorang konsultan PR, yang sebenarnya bukan pria yang dia cintai. Meski Rishi sangat mencintai dan menyayangi Maya, namun Maya masih belum menemukan sesuatu yang sangat berarti dalam hubungannya dengan Rishi baik secara fisik maupun emosi. Terlebih Maya tak bisa memberi Rishi seorang anak.

Dev-Rhea & Maya-Rishi

Di saat rumah tangga mereka menghadapi masalah yang sama, Dev dan Maya kembali bertemu, setelah pertemuan awal mereka menjelang hari pernikahan Maya. Sebuah pertemuan yang menyisakan kesan mendalam bagi keduanya.

Konflik dan rasa tersisih sebagai pasangan membuat Dev dan Maya menjadi semakin akrab. Awalnya mereka hanya saling membantu dan mengkoreksi untuk mengambalikan keharmonisan keluarga mereka, namuan kedekatan membuat mereka saling jatuh cinta dan menyadari bahwa mereka menemukan telah soul mate yang selama ini mereka cari. Baik Dev dan Maya merasa menemukan kebahagiaan yang membuat hidup mereka lebih lengkap dan berarti.

Dev dan Maya tak menyadari cinta yang hadir di antara mereka menumbuhkan konflik baru yang melibatkan banyak air mata, emosi dan mempertaruhkan rumah tangga mereka.

KANK dikemas rapi, lengkap dengan ciri khas film india yang selalu diwarnai adegan dramatis, air mata dan emosi yang meletup-letup, tapi KANK sukses membuat penonton dibelit penasaran sampai film berakhir.

KANK mengajari kita tentang sebuah cinta, janji, pernikahan dan persahabatan. Apa yang akan Anda lakukan jika harus menikah dengan seseorang yang tidak Anda cintai? Akankah sebuah ikatan harus dikorbankan demi seseorang yang Anda yakini sebagai takdir Anda? Mampukah kebahagiaan bertahan dalam sebuah kepalsuan? Mampukah persahabatan mengganti cinta dalam sebuah pekawinan? Masih adakah kesempatan kedua dalam sebuah perkawinan? Sederet tanya yang menggugah emosi dan membawa Anda menuju klimaks yang mengejutkan.

Karan Johar dan Shibani Bathija meramu kata menjadi dialog yang menggigit, meskipun separuhnya terasa sedikit melodramatic. KANK memiliki nilai plus dengan iringan musik karya Shankar-Ehsaan-Loy yang diprediksi juga bakal menuai sukses saat film ini mulai dirilis. Sebut saja tembang 'Where's the Party Tonight, Tumhi Dekho Na', dan 'Mitwa' dijamin akan membuat kita jatuh hati.

Secara keseluruhan KABHI ALVIDA NAA KEHNA bukanlah film keluarga, namun lebih ditujukan untuk segmen penonton dewasa yang berpandangan terbuka pada dunia modern. KANK tak memberi gambaran bahwa "kompromi" dalam pernikahan bisa membawa kebahagiaan dan cinta sejati, namun KANK memberi kita sebuah pelajaran tentang arti cinta dalam sebuah pernikahan. (planetboly/rit)




    KIRIM KOMENTAR

    Twit komentar kamu
    Nama
    Email
    Komentar
     

    Komentar Pembaca (1)