Galeri Foto Indonesia


Curhat

VIRA YUNIAR MEMBACAKAN PUISI KARYA MOAMMAR EMKA


"Kau pagutkan hatimu pada orang lain ketika kata setia kujaga di atas pengharapan satu–satunya. Aku pergi karena terlalu mencintaimu, itulah akhirnya. Biarlah rasa ini kupendam mati. Selamat tinggal!" Itu adalah cuplikan beberapa bait dari puisi berjudul Jiwa–Jiwa Yang Patah yang dibacakan Vira Yuniar Jumat kemarin. Selanjutnya...

  • Vira Yuniar tak keberatan saat diminta untuk membacakan salah satu puisi Moammar Emka. Penyebabnya, isi tulisan ini tak jauh beda dengan yang ia rasakan.
  • \Mungkin ini cukup mewakili apa yang terjadi dalam kehidupan saya, yang selama ini tidak pernah saya ungkapkan,\ katanya.
  • Tak perlu banyak persiapan buat Vira Yuniar untuk menjiwai puisi ini.
  • Meski puisi bukanlah salah satu bidang yang dikuasainya namun kali ini Vira Yuniar mampu membacakannya dengan sangat baik.
  • \Kau pagutkan hatimu pada orang lain ketika kata setia kujaga di atas pengharapan satu–satunya.\
  • \Aku pergi karena terlalu mencintaimu, itulah akhirnya.\
  • Biarlah rasa ini kupendam mati. Selamat tinggal!\
  • Puisi berjudul Jiwa–Jiwa Yang Patah ini dipercayakan pada Vira Yuniar mungkin dengan banyak pertimbangan selain kedekatan isi cerita tadi.
  • Nyatanya, dengan resep \persiapan hati\ Vira Yuniar mampu membawakan puisi ini dengan sangat baik.
  • Meski isi kisah dalam puisi ini seolah menggambarkan isi hatinya, Vira tetap menganggap itu bisa saja terjadi pada orang lain.







Kota

Merk