Di bawah bendera PT Gramedia sebagai penerbit, buku ini merupakan program singkat untuk mempelajari gitar klasik modern. Di dalamnya pembaca bisa mempelajari cara membaca not pada gitar, penguasaan ritme dan tekhnik. Semuanya diterangkan secara rinci, jelas, tanpa kesan bertele-tela dengan metode tepat-cepat. Ini memungkinkan para pembacanya mampu bermain gitar klasik hanya dalam waktu 6 bulan.
Disusun berdasarkan pengalaman belajar-mengajar, juga proses uji coba selama bertahun-tahun pada ratusan murid, buku ini juga dipastikan mampu memenuhi keinginan Anda untuk dapat bermain gitar. Lebih jauh buku yang dihiasi dengan serangkaian ilustrasi, gambar dan CD berisikan lagu dan latihan yang terdapat dalam buku ini pun merupakan jawaban yang tepat untuk pendidikan dasar bagi mereka yang ingin menjadi gitaris profesional. Tentu saja dengan harga Rp 100.000,- buku ini tidaklah terlalu mahal bagi mereka yang memang ingin mendapatkan ilmu teknik gitar yang benar dan baik.
Iqbal adalah salah seorang gitaris handal Indonesia yang juga aktif menyebarkan ilmunya. Pertama kali belajar gitar pada Abubakar. Berikutnya seperti umumnya kandidat gitaris pada masa itu (1972), ia mengikuti kursus gitar di Yamaha Music Foundation (sekarang Yayasan Musik Indonesia) dengan guru gitar Danny Tumiwa.
Sejalan denan perkembangan YMI, Iqbal kemudian mengajar gitar di YMI cabang Bandung. Pada masa keemasan gitar klasik di Indonesia itulah ia mendirikan Ikatan Gitaris Indonesia-Bandung dan mengadakan konser di hampir seluruh gedung pertunjukan di Bandung.
Selain belajar gitar di negeri sendiri, Iqbal juga sempat mendapat sejumlah pendidikan singkat dari Tadashi Koizumi (Jepang, tentu saja) dan satu kali dari gitaris Amerika yang saat itu bermukim di Singapura, Robert Luse. Ia juga pernah mendapat beasiswa untuk belajar di Conservatoire Nationale de Region de Boulogne-Billancourt, Paris, dengan guru gitar Jose Maria Fortuny Sierram, gitaris dengan tradisi Spanyol, murid Emilio Pujol yang merupakan cucu murid dari Fransicso Tarrega (bapak gitar modern).
Selain mereka, Iqbal juga pernah mendapat pelajaran dari gitaris Belanda, warga negara Prancis, Carl Harm. Dan masih banyak lagi gitaris handal yang menjadi gurunya. Makanya tak aneh bila kemudian, dari tangannya pulalah, lahir sejumlah juara gitaris, baik pada tingkat nasional maupun se-Asia Tenggara.
Selain sibuk menjadi kolumnis di majalah Jakarta-Jakarta selama tiga tahun, kemudian menjadi redaktur majalah musik Vista FMTV, menulis di News Musik, Forum Keadilan, Editor dan lain-lain, Iqbal kini disibukkan dengan persiapan buku Metode Gitar Klasik Modern jilid 2 dan 3. Suatu seri buku pelajaran gitar yang disusun berdasarkan keilmuan dan proses uji coba bertahun-tahun pada sekian banyak murid. (dst/erl)