Para siswa sekolah musik itu tidak hanya memainkan istrumen musik klasik, namun juga ditimpali dengan intrumen etnik Jawa dan Sunda. Dipimpin oleh tiga konduktor, di antaranya Dwiki Darmawan, pergelaran ini mampu memukau penonton hingga akhir pergelaran. Tak hanya nomor pop, para remaja yang berusia antara tujuh hingga 20 tahun ini juga membawakan nomor-nomor klasik dunia ciptaan Bethoven dan Ravel.
Dari sepuluh sekolah musik itu, dua di antaranya sekolah paduan suara Ussy Pieter Music School dan Faraby Choir. Mereka bergabung membawakan lagu berjudul Mars 45 karya almarhum Kinarto Sabdo. Nomor ini adalah salah satu dari 13 nomor yang disajikan dalam konser orchestra itu. Pergerlaran ini semakin marak karena juga didukung oleh beberapa penyanyi pop kenamaan, seperti Melly Goeslaw dan Natasha. Dalam nomor penutup konduktor Dwiki Darmawan memimpin konser untuk tiga nomor, yaitu Lir Ilir, Renjana, dan satu nomor karya Dwiki, Spirit of Peace. (sct/erl)