Tanggal 15 Mei 2004 lalu, Endank Soekamti, diundang untuk menggelar konser di Bali, bareng Superman Is Dead dalam konser yang bertajuk mentereng Peace For Bali di Art Center Denpasar, Bali. Menilik nama konsernya, seharusnya penonton sefanatik apapun, bisa mengapresiasi setiap band dengan baik. Ternyata tidak! Dory Soekamti, gitaris Endank Soekamti harus menerima nasib sial, karena tiba-tiba ada penonton yang lolos dari keamanan, naik ke panggung dan tiba-tiba menonjok mukanya. Kok?
"Sebenarnya, acara yang dimulai jam 7 malam ini awalnya berlangsung dengan asik, tidak ada persoalan. Sampai ketika Endank Soekamti akan selesai membawakan lagu pertama, tiba-tiba ada seorang penonton yang naik dan langsung memukul Dory," cerita Eric Soekamti. Eric yang sudah berada di Jogjakarta menambahkan, dirinya secara refleks ikut mengejar si pemukul. "Ya spontan saja, tapi orang itu juga kemudian dipukuli oleh penonton," jelas Eric lagi.
Eric mensinyalir, kasus pemukulan terhadap Dory lantaran ada fans SID yang "dendam" karena setahun silam ketika SID konser bareng Endank Soekamti di UPN Jogjakarta, Bobby, vokalisnya, juga diperlakukan sama oleh "preman musik" yang mengaku anak punk. "Tidak ada alasan lain, padahal pada kasus setahun silam, si pemukup juga dipukuli oleh penonton lain yang tidak suka dengan caranya. Yang jelas, itu bukan penggemar SID," repet Eric dengan suara tinggi.
Jerinx, gitaris SID sendiri, menurut Eric, menyayangkan terjadinya pemukulan itu. "Temanya saja Peace For Bali tapi kok malah ada penonton yang berbuat kekerasan," kata Jerinx seperti ditirukan oleh Eric. Menurut Jerinx, penonton di Bali seharusnya bisa menunjukkan diri dengan lebih baik.
Konsernya sendiri menurut Eric, tetap berlangsung asik. "Dengan soundsystem 40.000 watt, kita mainnya juga enak. Meski ada kejadian itu, toh kita selesaikan juga 9 lagu sampai tuntas," imbuh Eric. Siplah, kita butuh pecinta musik, bukan preman musik. (tbg/erl)
Q ikut prihtin dlam kasus pemukulan dori...........
yg penting apa pun yg terjdi yg penting endank tetap eksis