
Alasannya? Karena usianya sudah menginjak angka 50 dan masa depannya akan bergantung pada dialog, bukan loncatan. "Saya ingin berubah. Saya ingin seperti Robert DeNiro. Saya ingin seperti Dustin Hoffman," katanya keras, "Sebenarnya saya tak selalu ingin membuat film laga. Saya ingin menjadi seorang aktor yang bisa bertarung, bukan jago tarung yang bisa berakting," tambahnya.
Menurutnya, dia takkan bisa melakukan adegan-adegan akrobatik untuk selamanya. Paling dia masih bisa melakukan adegan menantang bahaya hingga lima tahun lagi ke depan. Bedanya dengan kalau berhasil menjadi aktor watak serius, bukan sekadar aksi, maka kariernya bisa diperpanjang sampai tua.
"Kondisi saya memang bagus. Tapi sampai kapan saya bisa terus bertarung?" katanya, "Lihatlah Robert DeNiro. Lihatlah Clint Eastwood. Meskipun sudah tua mereka masih bisa terus berakting bagus," tegasnya.
Saat ini, Jackie tengah berada di Hawaii untuk mempromosikan film terbarunya, Around the World in 80 Days, yang merupakan kisah petualangan yang diadopsi dari novel klasik karya Jules Verne. Ceritanya mengambil setting. tahun 1872, ketika petualang Inggris, Phileas Fogg (Steve Coogan), bertaruh bisa mengelilingi dunia hanya dalam tempo 80 hari. Pelayan pribadi yang baru ditampungnya adalah Passepartout (Jackie Chan), seorang pencuri ulung asal China yang lihai kungfunya.
Dalam film ini, juga tampil Gubernur California, Arnold Schwarzenegger, memerani Pangeran Hepi yang gila cewek. Sedangkan abang seperguruan Jackie sendiri, Sammo Hung, kebagian peran sebagai Wong Fei-hung, tabib legendarisa dari Shanghai. Premiere film besutan sutradara Frank Coraci (pembuat film komedi The Wedding Singer) ini digelar Minggu lalu di El Capitan Theatre, Los Angeles. Untuk peredaran di perbioskopan Indonesia mulai medio bulan Juli 2004 (dst/erl)
Lihat Profil: Jackie Chan