< >

Industri Rekaman Rugi Rp16 T Akibat Pembajakan

Kamis, 05 Agustus 2004 06:39
Kapanlagi.com - Kalangan industri rekaman di Indonesia pada tahun 2003 menderita kerugian Rp16 triliun akibat pembajakan kaset, "video compac disk" (VCD) dan "digital video decoder" (DVD).

General Manager Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (AIRI) Arnel Affandi di Jakarta, Rabu mengatakan, kerugian itu dihitung dari jumlah kaset, VCD dan DVD bajakan yang beredar luas di masyarakat.

Ia mengatakan hal itu menanggapi upaya Polda Metro Jaya berhasil menggerebek dua pabrik dan satu gudang karena telah memproduksi dan menyimpan ratusan ribu VCD dan DVD, pekan ini.

Dua pabrik tersebut adalah PT DMJS di kompleks Fakto, Jatake, Tangerang dan PT KGSP, Jl Salembaran, Tangerang sedangkan satu gudang tersebut terletak di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

Dari PT DMJS, polisi menangkap AT (direktur), AEC (Asisten Manager) dan JS (manager) sebagai tersangka, di PT KGSP polisi menangkap SW (direktur) dan ED (komisaris) sebagai tersangka sedangkan di gudang, polisi menahan SR (sopir) dan SL (staf pengepakan) sebagai tersangka.

Barang bukti yang disita adalah 231.300 keping VCD dan DVC bajakan, puluhan set mesin pengganda, ratusan peralatan pengganda dan aneka bahan baku pembuatan VCD dan DVD.

"Karena itu, saya mendukung dan salut kepada polisi yang telah menemukan pabrik penggandaan barang bajakan ini. Pelaku-pelaku itu harus dihukum berat," katanya.

Menurut dia, pelaku penggandaan VCD dan DVD sudah menggunakan mesin canggih bahkan mendatangkan mesin dari Malaysia kendati cara diselundupkan.

"Tahun-tahun sebelumnya, hanya DVD bajakan yang beredar di Indonesia tapi awal tahun 2004 ini, mesin pengganda DVD pun sudah mulai masuk. Ini membuat pembajakan makin merajalela," katanya.

Dikatakannya, satu mesin pengganda DVD punya 2 line dan setiap line bisa menghasilkan 500 ribu DVD bajakan. Dengan harga mesin 250 ribu USD, mereka sudah bisa membuat VCD bajakan.

"Bijih plastik untuk bahan baku VCD juga barang selundupan. Saya tidak tahu dari mana diselundupkan. Yang jelas hanya ada enam negara yang bisa menghasilkan bijih plastik jenis ini, salah satunya Jepang dan lainnya adalah negara-negara Eropa," katanya. Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak remeh masalah VCD dan DVD bajakan itu karena pada tahun 2003 lalu negara dirugikan Rp1,189 triliun.

"Langkah polisi yang menggerebek pabrik sudah tepat tapi selain itu masih ada industri skala rumah tangga yang melakukan pembajakan dan ini juga harus ditindak," katanya.

Ia mengaku siap bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberantas pembajakan VCD dan DVD, terutama menyediakan saksi ahli untuk mendukung proses pemeriksaan. (*/dar)


BERITA LAINNYA