"Ya, Papa-nya Renny beberapa waktu lalu mau pulang ke Meulaboh. Dia mau ngurus tanahnya di sana. Kalau dia jadi berangkat waktu itu, pas kejadian bencana itu dia sudah ada di sana," cerita Bimbim, Selasa (28/12).
Namun, mertuanya tersebut mengubah rencananya. "Kata Papa-nya Renny, dia mau pergi bareng Slank saja, kalau Slank manggung di Banda Aceh," tutur pemilik nama asli Bimo Setiawan Almachzumi ini. "Eh, ternyata, Aceh kena bencana. Syukur dia enggak jadi berangkat waktu itu," sambung pria kelahiran Jakarta, 25 Desember 1966, ini. "Sekarang, yang belum jelas ada di mana, saudara sepupu istriku yang tinggal di sana," imbuhnya.
Mula-mula, dijadwalkan Slank akan menggelar konser perdana mereka di NAD, yaitu di Banda Aceh, pada 15 Januari 2005. Tapi, karena tragedi itu, konser tersebut dibatalkan dan belum dijadwal ulang.
Bimbim merasa sangat sedih dengan adanya bencana itu. "Masyarakat di sana sudah jadi korban konflik ditambah lagi jadi korban bencana alam," ucapnya.
Bimbim merenungi peristiwa tersebut sebagai teguran dari Tuhan. "Banyak orang meneriakkan pesan perdamaian, enggak digubris. Tuhan kali ini berpesan kepada kita untuk buru-buru menyelesaikan masalah-masalah kita," tutupnya. (kmp/dar)
Lihat Profil: Bimbim Slank, Slank