Slank Ikut Dukung 'Konser Tsunami', Abdee Lelang Gitar Bersejarah
Kapanlagi.com - Banyak cara untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Abdee Negara, gitaris Slank, bersama rekan-rekan satu grupnya tersebut ikut tampil dalam sejumlah acara penggalangan dana yang diadakan oleh kalangan industri hiburan.Slank akan beraksi dalam Konser Kemanusiaan Korban Tsunami, yang akan diadakan pada 9 Januari 2005, pukul 12.00-24.00 WIB, di Pantai Karnaval, Taman Impian Jaya Ancol. Setidaknya 100 nama dari kalangan artis musik dan pembawa acara akan ambil bagian tanpa bayaran dalam pertunjukan yang penyelenggaraannya dimotori oleh AMARI (Asosiasi Manajer Artis Indonesia) itu. Acara yang direncanakan akan ditayangkan oleh stasiun-stasiun televisi dalam negeri tersebut ditujukan untuk mengumpulkan dana bantuan dari hasil penjualan tiket masuk dan sejumlah dermawan. Bukan cuma menyajikan permainan musik yang dilakukan oleh lelaki kelahiran Donggala (Sulawesi Tengah), 28 Juni 1968, ini. Ia akan pula melelang salah satu gitarnya dan menyumbang hasil penjualan gitar itu. Gitar yang akan dilelang oleh Abdee adalah gitar kesayangannya, yaitu Fender Startocaster 1957. Gitar elektrik berwana coklat sunburst tersebut, memiliki nilai sejarah dalam perjalanan kariernya. "Aku pakai gitar itu sejak aku bergabung dengan Slank tujuh tahun lalu. Gitar itu sudah kupakai untuk bikin album-album Slank dan main dalam konser-konser Slank sampai tahun lalu," tutur Abdee, yang hadir di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (29/12), dalam jumpa pers Konser Kemanusiaan Korban Tsunami. "Gitar itu aku beli dengan uang honorku untuk album Tujuh, album pertamaku sebagai personel Slank," kenangnya. "Aku beli gitar itu dari seorang kolektor gitar. Harganya waktu itu jelas di bawah 10 juta rupiah," imbuhnya. Mulai tahun ini Abdee tak lagi memakai gitar tersebut. Setiap permainannya kini didukung oleh gitar buatan dalam negeri bermerk Extreme berdasarkan kontraknya dengan produsen gitar itu. Mengapa Abdee rela melelang gitar kesayangannya? "Yang dilelang kan harus yang memiliki nilai sejarah," alasannya. "Lagipula, apalagi yang bisa aku sumbangkan?" tambahnya. (kmp/dar) |