"Budget produksi Petrochina yang disampaikan kepada BPMIGAS adalah 74 ribu BOE per hari. Untuk Blok Tuban sebesar 13.500, Blok Jabung 38.300, Basin Salawati 9.400, Island Salawati 11.700 dan Bangko 1.300 BOEPD," kata Vice Presiden Administrasi Petrochina Indonesia Budi Setiadi disela-sela pemberian bantuan perusahaan induknya, Perusahaan Perminyakan Nasional Cina (China National Petroleum Company - CNPC) senilai 500 ribu dolar AS di Jakarta, Rabu.
Dijelaskannya, pada saat ini produksi minyak dan gas dari Lapangan Salawati di Papua tercatat sebesar 7.200 barel per hari. Sedangkan dari lapangan yang sama namun dikelola bersama Pertamina tercatat 4.200 barel per hari.
Selanjutnya, dari blok Tuban, Jawa Timur, Petrochina berhasil memproduksi total sebesar 12.000 per hari, blok Mundi mencapai 5.000 barel per hari dan blok Sukowati yang dikelola bersama ExxonMobil bisa memproduksi 7.000 barel per hari.
Sedangkan dari blok Jabung, Petrochina berhasil memproduksi minyak sebesar 25.700 barel per hari.
Bantuan untuk NAD dan Sumut Sementara itu, Petrochina Indonesia melalui perusahaan Induk China National Petroleum Company (CNPC) memberikan bantuan sebesar 500 ribu dolar AS bagi korban gempa dan gelombang tsunami di sebagian besar propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) melalui Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM).
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Vice Presiden Business dan Development Petrochina Indonesia, Lie Cheng kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro di Departemen ESDM, Rabu petang.
"Kami atas nama CNPC merasa prihatin atas musibah yang terjadi di NAD dan Sumut. Oleh sebab itu, kami siapkan dana sebesar 500 ribu dolar AS untuk daerah tersebut," katanya.
Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya saat menerima bantuan tersebut mengatakan sangat berterima kasih atas besarnya perhatian dan partisipasi para pengusaha di sektor energi dan sumber daya mineral untuk membantu rekonsiliasi dan rekonstruksi di NAD termasuk bagi korban gempa dan tsunami di Sumut.
"Bantuan untuk korban gempa dan tsunami yang disalurkan melalui DESDM sudah tersalurkan pada tanggal 1 Januari 2005 yang diserahkan langsung ketika rombongan ESDM ke Aceh," katanya.
Dalam catatan Departemen ESDM, jumlah dana bantuan ke NAD dan Sumut terkumpul mencapai Rp12,5 miliar termasuk bantuan obat-obatan dan makanan kepada pendudukan Aceh dan Sumut. (*/dar)