Dua perusahaan tersebut bermaksud menggabungkan konsesi profesional mereka dengan dua perusahaan lain dan mereka merencanakan mengambil alih, dengan percobaan pemboran yang akan dilakukan dalam tahun fiskal 2005, mulai 1 April.
Pemerintah kemungkinan memberikan `lampu hijau`, katanya.
Sebuah konsorsium Cina saat ini mengerjakan proyek-proyek gas alam di pihak Cina dalam suatu kawasan yang sangat dekat dengan garis zone ekonomi eksklusif (ZEE) yang ditetapkan Jepang di Laut Cina Timur.
Dengan tidak adanya tanggapan positif dari Cina , pemerintah saat ini bermaksud memulai riset di kawasan tersebut, kata sumber itu.
Tokyo dan Beijing berselisih paham seputar masalah pengembangan sumber-sumber alam di Laut Cina Timur, terutama mengatasi berbagai perbedaan dalam penetapan garis demarkasi resmi untuk ZEE mereka.
Cina mengatakan bahwa ZEE - nya lebih besar dari pada kawasan yang ditetapkan oleh pihak Jepang.
Japan Petroleum dan Teikoku Oil telah siap menyampaikan untuk memulai proyek-proyek pengembangan energi dalam konsesi profesional, tetapi masih menunggu jawaban resmi dari pemerintah.
Konsesi tersebut, berlokasi dalam suatu kawasan yang menjadi perselisihan antara Jepang dengan Cina, meliputi sekitar 250.000 km persegi, demikian menurut harian bisnis Jepang, Nihon Keizai Shimbun.
Pemerintah telah menetapkan total 12,9 miliar yen untuk penelitian sumber tersebut di Laut Cina Timur dalam anggaran pemerintah untuk tahun fiskal 2005, naik tajam dari 3,8 miliat yen tahun sebelumnya.
Pemerintah juga menrencanakan membangun kapal survei canggih untuk maksud tersebut. (*/rit)