"Sekalipun sudah dilaksanakan otonomi daerah, namun kebijakan di sektor gas dan minyak akan tetap dipegang sepenuhnya oleh pemerintah pusat," kata Yudhoyono di Jakarta, Selasa, ketika membuka Konferensi Internasional tentang Gas, yang akan berlangsung hingga 20 Januari 2005.
Pada acara yang dihadiri pula oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Kepala Negara mengatakan untuk menggairahkan sektor migas, pemerintah akan terus memperbaiki kebijakan di bidang migas.
Dicontohkannya, pemerintah akan terus mengkaji ulang kebijakan di sektor pajak serta memberikan kepastian hukum.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara mengajak para pengusaha untuk beroperasi di daerah-daerah terpencil, terutama di kawasan timur Indonesia.
Presiden juga meminta mereka ikut dalam membangun jaringan pipa gas di berbagai daerah.
Sekalipun industri gas mempunyai prospek yagn sangat cerah, Presiden mengakui bahwa bisnis ini mengandung berbagai tantangan.
Persoalan utamanya adalah, ladang-ladang gas itu umumnya berada di daerah-daerah terpencil yang jauh dari konsumen utama yang berada di Pulau Jawa.
Sebelumnya, Menteri ESDM Purnomo melaporkan Konferensi Gas tersebut diikuti sekitar 700 peserta, yang sebagian besar di antaranya berasal dari luar negeri. (*/rit)