< >

Pemerintah Targetkan Energi 'Terbarukan' Pasok Listrik Minimal 5%

Rabu, 19 Januari 2005 22:11
Kapanlagi.com - Pemerintah menargetkan pada tahun 2020 minimal lima persen pasokan listrik berasal dari energi terbarukan (renewable energy) mengingat kian menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia.

"Energi terbarukan ditargetkan meningkat kontribusinya minimal lima persen untuk memasok kebutuhan listrik nasional pada tahun 2020," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro pada acara International Seminar and Exhition for Ecological Power Generation 2005 yang diselenggarakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, Rabu.

Ia menyebutkan kebutuhan listrik pada tahun 2020 mencapai 60.000 MW karena pada tahun itu pemerintah mentargetkan ratio kelistrikan di tanah air mencapai 90 persen.

Target pemanfaatan energi terbarukan minimal lima persen tersebut, kata dia, sudah dimasukkan dalam salah satu pasal pada RUU Energi yang pembahasannya di DPR akan dilakukan tahun ini.

"Minimal lima persen, jika lebih boleh. Jika tidak tercapai, maka pemerintah harus memberikan subsidi agar target lima persen itu tercapai, "katanya.

Dikatakan Purnomo, dengan kian menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia, pemanfaatan energi alternatif nonfosil harus ditingkatkan.

Di tempat yang sama Aguss R Hoetman, Kepala Balai Besar Teknologi Energi BPPT, mengatakan meskipun potensi energi terbarukan melimpah-dari energi surya, angin, mikro hidro, geotermal, sampai biomassa-Indonesia masih sangat minim memanfaatkan energi ini untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Hingga sekarang energi terbarukan itu baru memasok satu persen energi listrik masyarakat, katanya.

Sumber energi alternatif untuk kelistrikan yang sudah dimanfaatkan PLN antara lain energi angin (9,2 persen) dan geothermal (3,2 persen), katanya.

Padahal, Indonesia memiliki potensi energi biomassa yang sangat besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal."katanya.

Ia mencontohkan dari 140 ribu hektar kebun kelapa sawit, dari tandan buahnya saja dapat menghasilkan power plant berkekuatan 3 MW. Diproyeksinya dari perkebunan kelapa sawit di Kalimantan saja dapat menghasilkan power plant berkekuatan 50 MW.

"Masalahnya belum terkonsentrasi saja limbah dari perkebunan kelapa sawit yang ada itu,"kata Agus.

Ditambahkan Agus, penerapan pembangkit listrik dengan energi terbarukan akan dikembangkan di daerah terpencil, terutama di pegunungan dan di pulau-pulau kecil yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN. Saat ini 30 persen daerah terpencil belum terjangkau listrik PLN. (*/dar)