Demikian isi bahan presentasi mengenai Strategi Pembangunan Indonesia Jangka Menengah", yang disampaikan Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Sri Mulyani, dalam forum Consultative Group on Indonesia (CGI), di Jakarta, Rabu.
Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi secara bertahap akan meningkat dari 2005 sebesar 5,5%, 2006 sebesar 6,1%, 2007 mencapai 6,7%, dan 2008 mencapai 7,2%.
Sementara, tingkat pendapatan perkapita (GDP per capita) pada 2009 diperkirakan mencapai Rp9,914 juta meningkat dari perkiraan pendapatan perkapita 2004 yang mencapai Rp7,626 juta, sementara target pada 2005 sebesar Rp7,946 juta, 2006 Rp8,333 juta, 2007 Rp8,791 juta, dan 2008 sebesar Rp9,317 juta.
Sementara mengenai tingkat inflasi, pada 2009 diproyeksi mencapai 3%, lebih rendah dari pencapaian inflasi 2004 sebesar 6,4%, sedangkan target 2005 sebesar 7%, 2006 mencapai 5,5%, 2007 mencapai lima persen, dan 2008 empat persen.
Untuk nilai tukar rupiah, pada 2009 diperkirakan Rp8.700 per dolar AS, di bawah realisasi 2004 yang mencapai Rp8.928 per dolar AS. Sementara target 2005 Rp8.900 per dolar AS, 2006 Rp8.800, 2007 Rp8.800, dan pada 2008 mencapai Rp8.700 per dolar AS.
Pemerintah juga memprediksi, APBN sudah mengalami surplus sebesar 0,3%, sementara target pada 2005 masih defisit 0,7%, sedangkan realiasasi APBN 2004 defisit 1,1%. Pada 2006, defisit APBN diperkirakan 0,6%, 2007 defisit 0,3%, dan 2008 posisi APBN berimbang atau nol persen.
Untuk angka pengangguran terbuka, pada 2009 diperkirakan sebesar 5,7 juta orang, lebih rendah dari 2004 yang mencapai 9,9 juta orang, sedangkan pada 2005 diperkirakan 9,9 juta, 2006 sebesar 9,4%, 2007 mencapai 8,5 juta, sedangkan 2008 diprediksi 7,3 juta.
Sri Mulyani juga menjelaskan, pemerintah membagi tiga agenda strategi pembangunan selama lima tahun (2005-2009) yaitu, pertama, menciptakan Indonesia yang aman dan damai, kedua, menjaga keadilan dan demokratisasi, dan ketiga, menciptakan kemajuan Indonesia di bidang ekonomi, dan sosial.
Menanggapi pernyataan Bappenas soal penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi pada 2005 sebesar 0,1%-0,4% akibat gempa dan tsunami di Aceh, Sri Mulyani, mengatakan, hal itu masih bisa ditutup dengan pertumbuhan yang didapat dari investasi seperti di sektor infrastruktur.
"Dengan masuknya investasi seperti di sektor infrastruktur, penurunan itu akan bisa dikompensasi," katanya. (*/dar)