"Niat kami untuk masuk ke segmen ini karena masih banyak usaha mikro dan kecil yang belum terlayani oleh perbankan. Kehadiran Bank Danamon jelas akan menambah akses kepada usaha mikro dan kecil untuk mendapatkan layanan perbankan, katanya di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan, berdasarkan statistik hasil riset Bank Indonesia dan Biro Pusat Statistik, terdapat lebih dari 42 juta usaha Mikro dan Kecil di Indonesia. Dari jumlah itu , 40 juta usaha kecil di antaranya tidak mempunyai akses pada layanan perbankan, terutama bank komersial. "Pada sisi yang lain, kontribusi BPR terhadap kebutuhan pinjaman seluruh segmen sangat kecil. Bukankah inisiatif kami ini langkah baik demi memajukan usaha mikro dan kecil, yang merupakan salah satu pilar ekonomi paling penting,? kata Rozario.
Dikatakannya, mengenai keluhan Perbarindo bahwa Bank Danamon telah `membajak` karyawan BPR, Rozario mengakui bahwa pada saat Bank Danamon memulai usaha ini, memang telah merekrut beberapa karyawan dari BPR, namun jumlahnya tidak banyak.
"Setelah pertemuan dengan Perbarindo beberapa waktu yang lalu, kami menyampaikan komitmen untuk tidak merekrut karyawan dari BPR lagi, tambahnya.
Sementara mengenai keluhan Perbarindo bahwa Bank Danamon telah membajak nasabah BPR, ia mengatakan pihaknya tidak pernah mentargetkan mengambil nasabah BPR, karena banknya berkomitmen melayani siapapun.
Kami tidak pernah secara khusus mentargetkan nasabah BPR, karena kami ingin melayani siapa saja yang membutuhkan layanan perbankan. Perpindahan nasabah umumnya untuk mencari produk dan layanan yang lebih baik bukan karena suku bunga yang lebih rendah seperti yang dikeluhkan Perbarindo. Suku bunga produk pinjaman Danamon Simpan Pinjam mengikuti suku bunga BRI, yang merupakan market leader di segmen ini, kata Rozario.
Sedangkan mengenai keberatan Perbarindo tentang adanya cabang-cabang Bank Danamon di tingkat kecamatan, ia mengatakan bahwa sebelum adanya Danamon Simpan Pinjam, Bank Danamon telah mempunyai cabang di tingkat kecamatan dan hal ini tidak melanggar aturan yang berlaku.
Ia juga menjelaskan bahwa Bank Danamon tetap dalam komitmennya untuk melanjutkan program `linkage` dengan BPR, yang sampai saat ini lebih dari 100 BPR menjadi nasabah Bank Danamon dengan total pembiayaan di atas Rp200 miliar. Sementara untuk tingkat suku bunga sama dengan suku bunga yang diberikan kepada nasabah UKM pada umumnya. "Selanjutnya, BPR menyalurkan dana tersebut dengan bunga yang lebih tinggi kepada usaha mikro dan kecil. Kami mendukung BPR, karena pada akhirnya semakin banyak usaha mikro dan kecil yang terlayani, tambahnya lagi. (*/rit)