Dewan Usulkan Reshuffle Kabinet Tim Ekonomi

Kapanlagi.com - Anggota DPR RI Dradjad Hari Wibowo merekomendasikan adanya reshuffle kabinet, terutama dari tim ekonomi, karena dinilai gagal memberikan citra positif bagi 100 hari kepemimpinan Presiden SBY.

Dradjat mengungkapkan mestinya tim ekonomi di negara manapun tugasnya menyelamatkan anggaran, apalagi APBN Indonesia di bawah tekanan utang yang demikian besar. Ketika ada kesempatan menunda bahkan pemotongan utang dari Paris Club, justru tim ekonomi menjadi garda depan menghalang-halangi potensi pengurangan utang tersebut.

Celakanya, lanjut dia, tim ekonomi malah merealisasi tambahan utang baru dari Consultative Group on Indonesia (CGI) untuk menutupi defisit anggaran. Setelah itu berencana menaikkan harga BBM yang pada akhirnya membebani rakyat, sehingga menunjukkan bahwa tim ekonomi berpihak kepada siapa.

"Kalau presiden sebelumnya lebih tendensi jual, jual, jual aset negara, kabinet sekarang cuma pinter utang, utang dan utang," ujarnya dalam satu dialog dengan radio Jakarta News FM pagi ini.

Jika tim ekonomi kreatif, lanjut Dradjad, sebenarnya tahun 2005 tidak perlu menaikkan harga BBM. Namun dari sisi utang bisa dikurangi melalui lobby lanjutan kepada negara-negara kreditur di Paris Club sehingga tekanan anggaran bisa dikurangi paling tidak untuk tiga hingga lima tahun ke depan.

Adapun dana yang seharusnya digunakan untuk membayar utang bisa dialokasikan untuk membangun kembali infrastruktur di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan Nias.

"Sebelum jadi presiden, SBY kalau ceramah kelihatan segar. Tapi sekarang kalau tampil kelihatan lusuh, lelah mungkin kurang tidur mikirin masalah menteri-menterinya," kata dia. (bis/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com