Menurutnya, kenaikan laba bersih itu didorong oleh upaya efiensi yang dilakukan perusahaan serta kenaikan penjualan selama periode tersebut.
Pada 2004 penjualan tumbuh sebesar 10 hingga 11% dibandingkan 2003 yang mencapai sebesar Rp 5,1 triliun. "Kenaikan penjualan ini disebabkan oleh ekspansi toko baru," katanya.
Sementara untuk 2005 perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan mencapai minimum 20% dari penjualan 2004.
Menurutnya proyeksi tersebut didasarkan pada pertumbuhan departement stores baru yang akan dibuka sebanyak 11 outlet di luar Jawa.
Untuk langkah ekspansi tersebut, perseroan menganggarkan belanja investasi sebesar Rp 400 miliar yang berasal dari hasil emisi obligasi sebelumnya.
Sebelumnya pada 2004 MPPA mengeluarkan obligasi II senilai Rp 450 miliar, yang terdiri dari Rp 300 miliar obligasi konvensional dan Rp 150 miliar obligasi syaria (*/rit)