Pemerintah Ujicobakan Telepon Berbasis Internet di Sulsel
Kapanlagi.com - Pemerintah (Dephub) akan melakukan uji coba panggilan (test call) layanan telekomunikasi berbasis teknologi Internet Protocol (IP Based) pada sembilan desa di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, dalam rangka pelaksanaan kewajiban universal (Universal Service Obligation/USO).Kepala Humas Ditjen Postel, Bambang Dian, kepada wartawan di Jakarta, Jumat mengatakan, rencananya test call akan dilakukan langsung Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, pada 7-8 Februari 2005. Layanan telepon IP Based berjumlah 288 satuan sambungan telepon (sst) itu tersebar di sembilan desa yaitu desa Galung, Tompo, Ajakkang, Kiru-kiru, Mangkosos, Lawallu, Siddo, Binuang, dan desa Madello. Pelaksanaan USO di Indonesia terkait kesepakatan Indonesia sebagai anggota International Telecommunication Union (ITU) yaitu pada 2015, seluruh desa anggota sudah tersedia telepon dan layanan teknologi informasi. Pada proyek USO 2004, pemerintah membangun jaringan komunikasi sebanyak 2.620 sst yang terdiri dari 1.617 sst berbasis teknologi Portable Fix Satelit (PFS), 386 sst berbasis teknologi radio, 314 sst berbasis seluler, 15 sst berbasis Very Small Apperture Terminal (VSAT), dan 288 sst berbasis internet protocol. Bambang menjelaskan, layanan berbasis satelit dan internet digarap PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), berbasis seluler PT Mandara Seluler, sedangkan berbasis radio dibangun oleh PT Telkom dan PT Citra Sari Makmur (CSM). Humas PT PSN, Chrisma Albanjar mengatakan, fasilitas telekomunikasi berbasis internet di Kabupaten Barru, Makassar itu, terutama ditujukan untuk umum seperti kantor-kantor pedesaan, puskesmas, maupun lokasi sarana umum lainnya. Menurut Chrisma, komunikasi IP Based ini bisa menjadi dasar pelaksanaan e-goverment di Indonesia, selain biaya implementasi tidak terlalu mahal, teknologinya juga bisa dikembangkan untuk mengakses internet atau multimedia lainnya. Pada pembangunan USO 2004 pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 45 miliar yang dianggarkan dari APBN. Sementara, dana pembangunan USO 2005, disepakati akan diperoleh dari operator telekomunikasi sebesar 0,75% dari total pendapatan, dengan target pembangunan USO sebanyak 3.000 desa. Menurut data, dari 73.000 desa di Indonesia, 40.000 desa di antaranya belum tersentuh layanan telekomunikasi dasar. (*/dar) |