< >

Inco Gandeng Antam Realisasi Kerjasama Menguntungkan

Kamis, 03 Februari 2005 10:15
Kapanlagi.com - PT. Inco, Tbk Sorowako, Sulawesi Selatan, mulai Juni 2005 akan merealisasi kerjasama saling menguntungkan dengan PT. Aneka Tambang, Tbk dalam pemanfaatan konsesi nikel milik Inco di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang telah dirintis sejak hampir sepuluh tahun lalu.

Presdir/CEO PT. Inco, Tbk, Bing Tobing mengemukakan di Makassar, Rabu malam, dalam kerjasama ini, Inco akan mensuplai bahan baku nikel (ore) kadar tinggi kepada PT. Antam guna memenuhi kebutuhan kilang feronikel unit III yang sedang dibangun Antam di Pomala`a, Kabupaten Kolaka.

Tobing tidak merinci berapa besar suplai ore kepada Antam dalam kerjasama itu, namun Drs H Latief Hasyim, seorang staf senior PT. Inco di Makassar menyebutkan, dalam kerjasama itu, Inco akan mensuplai satu juta ton ore kadar tinggi (antara 2,2 sampai 2,5%) ke PT. Antam dengan jangka waktu kontrak selama 10 tahun.

Ore itu akan diambil dari konsesi Inco di Kabupaten Kolaka, Sultra seluas sekitar 60.000 ha yang hingga kini belum dimanfaatkan Inco untuk keperluannya sendiri.

Menurut Hasyim, Inco saat ini sedang melaksanakan tender penambangan dengan memprioritaskan pengusaha lokal. Hampir semua perusahaan yang ikut tender penambangan di Kolaka saat ini adalah pengusaha lokal, tambahnya.

Kerjasama Inco-Antam, kata Bing Tobing lebih lanjut, akan memberikan keuntungan kepada berbagai pihak, khususnya pemerintah setempat karena kerjasama ini akan memberikan kontribusi kepada daerah berupa pajak dan retribusi serta membuka lapangan kerja baru bagi penduduk setempat.

Menurut catatan ANTARA, PT. Antam saat ini sedang menyelesaikan pembangunan kilang feronikel unit III berkapasitas 13.000 ton nikel dalam feronikel, sehingga perusahaan ini nantinya akan memiliki tiga kilang dengan kapasitas total sekitar 24.000 ton nikel dalam feronikel.

PT. Antam saat ini kesulitan mendapatkan ore kadar tinggi untuk memenuhi kebutuhan kilangnya tersebut. Karena itu, BUMN yang bergerak di bidang pertambangan nikel, emas dan bauksit itu menjalin kerjasama untuk memanfaatkan konsesi Inco di Sultra yang selama ini 'tidur.'

Inco dan Antam sama-sama menjadi perusahaan terbesar dalam menyumbang devisa bagi daerah operasi mereka, dengan kontribusi antara 60 sasmpai 80% dari total penghasilan devisa ekspor di Sulsel (Inco) dan Sultra (Antam). (*/rit)