Chrisjhon yang didampingi promotor tinju, Daniel Bahari diminta Menpora untuk berbicara tentang persiapannya menghadapi Kejuaraan tinju dunia di Indonesia melawan penantangnya Derrick Gainer dari Amerika pada 22 April mendatang.
Chrisjohn diberi kesempatan berbicara sebelum memasuki acara rapat kerja Menpora dengan anggota komisi X tersebut yang membahas Rencana Strategis (Renstra) Pengembangan Kepemudaan dan Olahraga.
Di hadapan anggota dewan, petinju kelahiran Banjarnegara 22 tahun lalu itu sempat grogi dan hanya terucap dari mulutnya untuk mendapatkan doa restu dalam mempertahankan gelar sebagai juara dunia.
Bahkan promotor Daniel Bahari yang juga diberikan kesempatan untuk berbicara sempat bengong beberapa menit dan hanya terlontar ucapan bahwa dirinya telah bersusah payang memperjuangkan partai tinju dunia itu agar dapat dilaksanakan di Indonesia, melalui suatu lelang di Miami, AS.
"Walaupun kita sudah memenangkan lelang agar pertandingan Chrisjhon tetap di Indonesia ini, mafia promotor dunia sempat menggoyangkan dalam arti ingin mengambil alih tempat penyelenggaraan. Untung ada dukungan penuh dari Menpora yang mengirimkan surat secara langsung kepada WBA dengan memberikan jaminan penyelenggaraan kejuaraan itu aman dilaksanakan di Indonesia," kata Daniel.
Chrisjhon seusai pertemuan itu mengakui dirinya sempat grogi karena tidak menyangka bahwa Menpora akan memberikan penghargaan yang tinggi buatnya bisa hadir dalam pertemuan dengan wakil rakyat itu.
"Seperti dalam mimpi saya bisa hadir ditengah-tengah anggota DPR-RI ini, ini suatu anugerah buat saya dan juga keluarga karena saya akan menikah pada 27 Pebruari mendatang," ujarnya.
Adhyaksa Dault mengemukakan, Chrisjhon adalah salah satu aset bangsa Indonesia yang saat ini menjadi perhatian dunia dan sudah sepantasnya diberikan dorongan moril agar bisa mempertahankan sabuk juara yang disandangnya.
Namun demikian, Adhyaksa mengingatkan Chrisjhon agar tidak terlena dengan sabuk yang disandangnya, sehingga lupa akan persiapan.
"Sehubungan dengan itu, saya minta kepada pelatihnya untuk mempersiapkan Chrisjhon sebaik-baiknya, sehingga gelar yang disandangnya sebagai juara dunia tidak cepat berpindah kepada petinju dari negara lain," katanya. (*/lpk)