< >

Menpora: Kebijakan Mengenai Olahraga Harus Satu Pintu

Jum'at, 18 Februari 2005 21:43
Kapanlagi.com - Menpora, Adhyaksa Dault mengharapkan , kebijakan mengenai olahraga sudah seharusnya dilakukan dengan satu pintu, dalam arti tidak ada instansi atau lembaga lain yang mengeluarkan kebijakan dalam masalah yang sama.

"Kebijakan satu pintu itu harus sudah dilakukan, kalau kita semua menginginkan keberhasilan melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga ke depan, "kata Menpora seusai acara diskusi "bedah" Rancangan Undang-undang Olahraga (RUU) di Jakarta, Jumat.

Sebagai contoh ia menunjuk dengan banyaknya kebijakan seperti pengelolaan Sekolah Ragunan Jakarta, selain bisa berpeluang tingkat kebocoran dana juga kerja yang tidak efesien karena banyak yang mengelolannya.

"Di Ragunan itu banyak yang mengelolanya ada Pemda DKI Jakarta dan ada Depdiknas yang seharusnya bisa dikelola hanya satu instansi saja dan Menpora siap untuk mengemban tugas tersebut," kata Adhyaksa Dault.

Sehubungan dengan itu, katanya, diperlukan pondasi dan tiang yang kokoh dalam membuat kebijakan yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat olahraga Indonesia yaitu berupa Undang-undang olahraga.

Dijelaskannya, melalui Undang-undang olahraga nanti segala permasalahan maupun usulan dan saran akan mengacu pada aturan main yang telah ditetapkan bersama melalui undang-undang ini.

Untuk itulah, kata Adhyaksa, diskusi "Bedah" RUU sangat diperlukan pembahasan yang lebih mendalam sebelum diajukan ke DPR-RI untuk mendapatkan persetujuan menjadi undang-undang.

"Jangan nanti setelah diundangkan RUU Keolahragaan ini akan timbul banyak pertanyaan dan pimpinan induk organisasi olahraga seharusnya memanfaatkan sarana diskusi ini, sehingga nantinya tidak merasa menerima informasi atau kurang disosialisasikan," ujarnya.

Diskusi "bedah" RUU Olahraga yang menampilakn dua panelis yaitu Daniel Bahari dari unsur profesional dan Cahyo Hadi dari unsur amatir menilai, pembahasan ini sangat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat olahraga.

"Sudah saatnya kita memiliki undang-undang olahraga dan mudah-mudahan dapat terwujud paada tahun 2005 ini," ujar Daniel Bahari yang mengaku hidupnya memang dari dunia olahraga. (*/dar)