< >

Menpora Geram dengan Pengelolaan Kawasan Gelora Bung Karno

Sabtu, 19 Februari 2005 07:43
Kapanlagi.com - Menpora, Adhyaksa Dault mengakui dirinya sudah lama merasa geram melihat pengelolaan kawasan Gelora Bung Karno yang selama ini terkesan amburadul karena tidak jelas pendapatan dari bisnis yang dilakukan dengan melibatkan pihak swasta.

"Beberapa gedung yang menggunakan tanah aset Gelora Bung Karno tidak jelas hasilnya dan bahkan disinyalir banyak pengelola gedung tidak memenuhi kewajiban atau melakukan penunggakan pembayaran sewa. Ini namanya merugikan negara dan harus diselesaikan secara tuntas untuk membantu pendanaan olahraga Indonesia yang selama ini masih minim," kata Menpora di sela-sela Diskusi Bedah RUU Olahraga yang digelar Koordinatoriat Wartawan KONI Pusat di Jakarta, Jumat.

Adhyaksa Dault menambahkan pihaknya siap mengambilalih pengelolaa kawasan Gelora Bung Karno yang nantinya hasil dari pengelolaa tersebut akan dipergunakan untuk meningkatkan pembinaan olahraga prestasi di Indonesia seiring dengan disetujuinya Rancangan Undang-undang Keolahragaan oleh pemerintah.

"Selain berusaha untuk menggolkan RUU Olahraga agar secepatnya menjadi surat keputusan presiden, nanti saya akan meminta kepada presiden agar Kementerian Menpora yang mengelola kawasan Gelora Bung Karno," katanya.

Menpora berjanji kalau rencana pengalihan pengelolaan kawasan Gelora Bung karno ini berhasil, pihaknya akan meminta bantuan kepolisian untuk mengusut siapa saja penyewa lahan yang masih menunggak uang sewa. Kalau perlu pihaknya akan meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut dugaan korupsi atas pengelolaan kawasan peninggalan Bung Karno ini seandainya bila ditemukan adanya penyimpangan-penyimpangan dalam pertanggungjawaban tersebut.

Sementara itu, dalam diskusi bedah RUU Olahraga yang menghadirkan Menpora Adhyaksa Dault sebagai pembicara utama, dalam diskusi tersebut, Ketua Komisi Hukum KONI Pusat, Adi Cahyo yang terus terang, meminta agar Rancangan Undang-undang Olahraga yang diajukan ini, harus secara jelas menyebutkan peranan KONI Pusat dalam pembinaan olahraga prestasi di Indonesia."Tentunya, peranan KONI Pusat jangan lantas dilupakan begitu saja, harus ada konsep yang jelas mengenai peranan KONI Pusat, bagaimanpun juga, KONI Pusat harus dilibatkan dalam masalah ini," katanya.

Menpora Adhyaksa Dault sendiri berjanji nantinya semua permasalahan yang melingkupi dunia olahraga dapat segera diatasi terutama masalah dana dan pengadaan fasilitas olahraga yang bertaraf internasional yang sangat dibutuhkan atlet-atlet Indonesia agar lebih berprestasi di arena internasional. "Bayangkan saja, hampir semua fasilitas olahraga yang ada di kawasan Senayan sudah lama tidak diganti, yang jelas, uang dari hasil pengelolaan kawasan ini lari kemana? tanya Adhyaksa. (*/dar)