Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalsel, Drs. H. Hadi Soesilo ketika dihubungi di Banjarmasin, Sabtu membenarkan rencana pendirian P3E Kalsel yang dijadwalkan peresmiannya oleh Menperindag, Marie Elka Pangestu.
"Kalau tidak ada perubahan, peresmian P3E hasil kerjasama JICA, BPEN dan Disperindag Kalsel itu dilaksanakan 25 Pebruari 2005," katanya.
Ketika berlangsung diskusi panel "Potensi Perekonomian Kalsel dan Pengembangan Dunia Usaha" terungkap, kegiatan produk ekspor Kalsel selama ini lebih banyak dimanfaatkan oleh para pengusaha luar daerah, karena sistem perdagangan ekspor tidak dilaksanakan secara langsung.
Atas dasar itu, maka melalui P3E Kalsel, diharapkan pengetahuan para pengusaha ekspor daerah dapat lebih luas, terutama untuk mengetahui potensi pasar luar negeri.
Ketika muncul pertanyaan, dimana Kalsel berada pada saat sejumlah negara memanfaatkan peluang pasar pasca runtuhnya gedung kembar di Amerika Serikat, karena sejumlah negara seperti Cina justru banyak mengambil keuntungan dari peristiwa 11 September itu.
Mengingat tingginya rasa nasionalisme bangsa Amerika pasca peristiwa itu, maka setiap atribut kebangsaan seperti bendera Amerika laku keras sehingga hal itu dimanfaatkan Cina untuk memproduksi bendera ukuran kecil serta miniatur gedung kembar yang menjadi simbol kebangsaan 'negeri Paman Sam' tersebut.
Berkaitan pertanyaan dimana Kalsel saat itu, dikatakan, bahwa untuk merebut peluang pasar seperti itu dibutuhkan satu informasi pasar yang luas, disamping perlunya ditanamkan basic pengembangan industri produk ekspor.
Menyinggung realisasi ekspor non migas Kalsel, selama 2004 dinilai cukup menggembirakan dengan kenaikan 36,20 % dibanding tahun 2003 yakni mencapai US$1,65 miliar.
Angka peningkatan ekspor tersebut dikatakan sebagai angka tertinggi yang pernah dicapai selama ini yakni 1992 33,47 % dan 1999 31,45%.
Bila dilihat dari komposisi ekspor, maka masih didominasi batu bara yakni mencapai 71,40% disusul produk kayu 22,58% dan sisanya karet 1,85%, produk rotan 0,81%, produk perikanan 0,53% dan produk lainnya 2,85%.
Komposisi ekspor yang tidak berimbang dinilai cukup riskan, terutama apabila terjadi gejolak terhadap komoditi yang mendominasi ekspor saat ini karena pengaruhnya langsung kepada penerimaan total ekspor Kalsel.
Ke depan melalui keberadaan P3E, diharapkan terjadi diversifikasi produk ekspor, disamping tujuan pasar ekspor yang lebih bervariasi mengingat informasi pasar akan diperoleh dengan cepat dan tepat. (*/erl)