< >

Film Dokumenter Maradona Siap Digarap

Rabu, 23 Februari 2005 20:12
Kapanlagi.com - Diam-diam bintang sepakbola legendaris Argentina, Diego Armando Maradona menyimpan sebuah obsesi besar. Ia tak ingin nama besarnya dilupakan banyak orang. Karena itu, pesepakbola kontroversial ini meminta sutradara ternama dari Balkan, Emir Kusturica membuatkan film dokumenter tentang kehidupannya yang penuh warna.

"Itu sebuah film yang akan sangat kompleks dalam konsep... Idenya dibuka dengan sorotan tentang harapan Maradona untuk membentuk keharmonisan dalam keluarganya," kata Kusturica kepada harian Vecernje Novosti seperti diberitakan AFP.

"Tujuan saya adalah untuk menemukan dan menggambarkan kembali sosok Maradona yang nyata dalam lima bulan ke depan," kata Kusturica, yang memenangi dua penghargaan Golden Palm pada festival film Cannes leway film UNDERGROUND (1995) dan WHEN FATHER WAS AWAY ON BUSINESS (1985).

Rencananya pengambilan gambar film dokumenter Maradona akan mulai digarap pada tanggal 18 Maret di Argentina, menyusul di Kuba, Italia dan Spanyol.

Maradona adalah nama besar. Itulah yang menyebabkan Kusturica tertarik untuk menggarap film dokumenter Maradona. Ia menjadi legenda persepakbolaan Argentina dan juga dunia.

Namanya kian melambung ketika ia memperkuat negaranya bertarung dengan Inggris di babak perempat final di Stadion Azteca di Piala Dunia Meksiko 1986. Ia menciptakan sebuah gol kontroversial yang kemudian dikenal dengan sebutan "Gol Tangan Tuhan".

Tak hanya di lapangan hijau, nama Maradona juga menjadi buruan berita, ketika ia kerap masuk rumah sakit rehabilitasi karena kecanduan kokain.

Tahun 2001 lalu, Maradona sempat merilis buku biografi yang diberi judul Yo soy el Diego (Saya Diego). Selain menuturkan kehidupan Maradona di dalam maupun luar lapangan, buku tersebut juga melontarkan kritik kepada Pele dan mantan Presiden FIFA Joao Havelange.

"Sepanjang karier saya, dia (Havelang-red) memewakili wajah ketidakadilan," tulis Maradona mengomentari presiden FIFA itu. Lalu Pele? "Dia adalah pemain terbesar sepanjang masa, tetapi tidak mendatangkan keuntungan untuk sepak bola. Saya lebih suka melihat dia merawat (mantan pemain nasional Brasil) Garrincha, yang mati secara mengenaskan."

Dalam biografi setebal 330 halaman itu, dia menutupnya dengan sebuah pernyataan yang bunyinya begini: "Tidak ada orang yang mampu meyakinkan saya bahwa narkoba dan uang telah mengubah perasaan saya yang sesungguhnya. Tak ada. Saya tetap sama, tetap orang yang sama sejak dulu. Saya adalah Maradona. Saya adalah Diego." (kmp/dar)


BERITA TERKAIT