"Dalam setiap kejuaraan pasti ada target, kali ini di tunggal Taufik diharapkan menang di All England," ujar Sutiyoso seusai melepas sejumlah pebulutangkis yang akan berangkat ke Eropa di Pelatas Cipayung, Jakarta, Kamis (24/02).
All England merupakan salah satu turnamen yang belum pernah dimenangi Taufik setelah menjadi finalis pada 1999, 2000. Terakhir pada 2004, ia kalah di semifinal dari pemain Denmark Peter Gade yang juga mengalahkannya di final 1999.
Menangggapi harapan Sutiyoso tersebut, Taufik Hidayat yang saat ini menduduki peringkat enam dunia mengatakan, "Kalau beliau berharap saya menang karena saya satu-satunya pemain tunggal putra yang bertanding di sana. Saya sendiri akan memberikan yang terbaik." Meski mengakui bahwa dalam setiap pertandingan selalu ada menang dan kalah, juara Olimpiade 2004 itu berjanji akan bermain sebaik mungkin. "Apalagi juara All England merupakan target saya tahun ini," tambahnya.
Taufik menjadi satu-satunya pemain yang akan berlaga di All England setelah Simon Santoso batal berangkat akibat cedera lutut kanan yang dideritanya.
Pelatih Simon, Joko Supriyanto mengatakan, meski ia meyakini cedera yang diderita anak asuhnya tersebut tidak terlalu serius, tetapi dokter yang merawatnya meminta ia menjalani terapi selama sepuluh hari.
"Saya akan lihat perkembangannya hingga hari Senin (28/02), kalau membaik mungkin ia bisa melakukan latihan yang ringan-ringan," kata Joko.
Sementara itu, tunggal putra lainnya Sony Dwi Kuncoro meski sudah tampak berlatih namun mengaku masih sering merasa nyeri ke telapak kakinya yang dioperasi seusai mengikuti Indonesia Terbuka akhir tahun lalu.
"kadang-kadang masih sakit kalau harus menjangkau bola yang jauh," ujar Sony yang mulai berlatih kembali tiga pekan lalu. Pada kesempatan tersebut Sutiyoso sekaligus melepas keberangkatan atlet yang akan mengikuti Jerman Terbuka (28 Februari-5 Maret) dan Swiss Terbuka (15-20 Maret).
Mereka yang akan bertanding di Jerman adalah Maria Kristin (tunggal putri), Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda putra) serta tiga ganda putri: Jo Novita/Lita Nurlita, Greysia Polii/Heni Budiman, dan Nathalia Poluakan/Rani Mundiasti. Pada All England, PBSI menurunkan pemain "full team" tunggal putra: Taufik Hidayat, dua tunggal putri: Adrianti Firdasari dan Maria Kristin, empat ganda putra: Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto, Candra Wijaya/Sigit Budiarto, Flandy Limpele/Eng Hian, Markis Kido/Hendra Setiawan, satu ganda putri: Jo Novita/Lita Nurlita, serta tiga ganda campuran: Nova Widianto/Lilyana Natsir, Anggun Nugroho/Yunita Tetty, dan Devin Lahardi/Eny Widiowati.
Sedangkan mereka yang ke Swiss adalah, keempat ganda putra serta tiga campuran, dtambah dua ganda putri Greysia Polii/Heni Budiman dan Nathalia Poluakan/Rani Mundiasti.
Sudirman Selain menargetkan Taufik menjadi juara, Sutiyoso juga berharap seluruh pemain tampil sebaik mungkin agar terpilih menjadi tim bayangkan menuju kejuaraan Piala Sudirman.
"Mereka harus mempunyai target terpilih masuk sebagai tim Sudirman, karena menjadi pemain dalam kejuaraan beregu merupakan suatu kebanggaan bagi seorang pemain," katanya.
Di hadapan para pemain yang akan berangkat, Sutiyoso juga menekankan bahwa All England dan dua kejuaraan lainnya di Eropa (Jerman dan Swiss Terbuka) merupakan kesempatan baik bagi mereka untuk menunjukkan permainan terbaiknya agar terpilih mewakili Indonesia di Piala Sudirman. "Saya yakinkan kepada Anda, berjuang dalam sebuah tim itu merupakan puncak karier yang berbeda dengan kejuaraan dunia dan turnamen perorangan lainnya. Kejuaraan beregu sangat membanggakan untuk atlet karena Anda mungkin hanya mempunyai kesempatan sekali saja," katanya.
Sutiyoso yang juga Gubernur DKI Jakarta itu menekankan kepada para pemain supaya bermain habis-habisan agar kelak bisa merebut kembali piala yang dimenangi tim Indonesia saat pertamakali dipertandingkan pada 1989.
Pada kesempatan tersebut, Sutiyoso sempat menunjau ruang makan, dapur dan asrama tempat tinggal atlet yang akan direnovasi karena di beberapa tempat sudah mengalami kerusakan. Ia sempat menegur juru masak di pelatnas yang dinilai menyediaka buah yang kurang berkualitas. (*/lpk)