168 negara menandatangani traktat ini, tapi baru 57 yang telah meratifikasi. Banyak pihak mengatakan keefektifan traktat ini masih harus dilihat karena negara penting seperti AS, belum meratifikasinya. Traktat ini menuntut para penandatangan untuk mengambil langkah-langkah tegas mengendalikan pemasaran tembakau
Konvensi ini pertama-tama dibahas oleh Badan Kesehatan Dunia WHO hampir sepuluh tahun lalu. Namun tahun-tahun berikutnya, ditentang habis-habisan oleh industri tembakau dan negara-negara penghasil tembakau. Tetapi sekarang WHO bisa bergembira atas traktat ini.
Menurut salah satu pejabatnya, Dr Douglas Bettcher, hal ini akan benar-benar membuat perbedaan. "Ini adalah kesempatan besar dalam sejarah karena Kerangka Konvensi Pengawasan Tembakau WHO ini dirancang untuk menyelamatkan nyawa manusia. Adalah fakta bahwa 5 juta orang meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan tembakau."
"Tembakau adalah pembunuh kedua terbesar di dunia, dan epidemi ini bisa dicegah," katanya. Negara-negara yang sudah meratifikasi konvensi ini sekarang punya waktu 3 tahun untuk memberlakukan sistem peringatan kesehatan yang ketat di bungkus-bungkus rokok.
Selain itu mereka punya waktu 5 tahun untuk akhirnya mulai melarang iklan rokok dan melarang perusahaan rokok mensponsori berbagai acara. Mereka harus melaporkan secara teratur kepatuhan mereka pada traktat ini kepada WHO dan mereka bisa mengajukan keluhan terhadap negara-negara yang tidak memberlakukan traktat ini.
Mereka juga bisa mengajukan keluhan pada negara-negara penghasil tembakau kalau kedua pihak ini mereka anggap menghalangi upaya mereka menegakkan traktat ini. Para pejabat bidang kesehatan tahu keuntungan dari traktat ini tidak bisa langsung dirasakan.
Mereka yakin traktat ini akan efektif di negara-negara berkembang tempat perusahaan-perusahaan rokok sengaja menjadikan anak-anak muda sebagai sasaran mereka. Tetapi beberapa produsen-produsen terbesar di dunia termasuk negara AS, tidak meratifikasi traktat ini.
Walau begitu, WHO melihat traktat ini sebagai menangnya 'kesehatan' atas kepentingan bisnis yang kemudian akan mengubah cara industri tembakau beroperasi dan mencegah jutaan kematian yang tak perlu. (bbc/tut)