< >

Taufik Hidayat Batal ke All England

Kamis, 03 Maret 2005 22:54
Kapanlagi.com - Juara Olimpiade Taufik Hidayat batal mengikuti kejuaraan berbintang empat All England yang akan digelar di Birmingham, Inggris, 8-13 Maret, akibat cedera lutut kanan yang dideritanya saat berlatih di Pelatnas Cipayung, Jumat (25/02) lalu.

Taufik, yang juga tidak ikut serta di Korea Terbuka Februari lalu dengan alasan cedera tetapi justru bertanding di Kejurnas di Yogyakarta, mengaku kecewa dengan batalnya ia berlaga di turnamen yang menjadi target kemenangannya tahun ini.

"Hilang harapan aku untuk rebut All England ... Tapi mau diapakan lagi, namanya juga musibah bukan karena kesalahan. Semua atlet tidak ada yang mau cedera," ujarnya, Kamis (03/03).

Setelah secara mengejutkan menjuarai Olimpiade Athena tahun lalu, All England dan Kejuaraan Dunia merupakan gelar penting yang hingga kini menjadi "angan-angan" Taufik.

Meski dua kali menjadi finalis pada 1999 dan 2000 di Birmingham, Taufik beberapa kali menuai kekecewaan dalam grand prix tertua itu dengan sekali tersingkir pada putaran pertama 2003 dan absen pada 2002 dan kini 2005.

Taufik mengatakan, keputusan mundur diambil setelah menjalani latihan hingga Kamis (03/03) rasa sakit akibat cedera lutut kanan yang sudah lama dirasakannya kambuh kembali saat latihan.

Taufik mengatakan, cedera tersebut kembali terasa Jumat lalu yang memaksanya menjatuhkan diri saat berlatih. "Itu terjadi saat saya mengambil bola depan tiba-tiba sakitnya terasa, terus saya menjatuhkan diri," paparnya. Pelatih Taufik, Mulyo Handoyo yang dihubungi terpisah membenarkan bahwa Taufik yang menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia di All England memutuskan batal berangkat setelah cedera akibat terjatuh saat latihan itu belum pulih.

"Saya sudah konsultasi dengan dokter dan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI dan memutuskan Taufik batal ke All England," ujar Mulyo yang menyebutkan keputusan pembatalan itu diambil, Kamis (03/03).

"Saya tidak mau ambil resiko lebih jauh, lebih baik membatalkan (rencana bertanding) supaya cederanya tidak lebih parah," ujar Mulyo saat ditanya alasan pembatalan tersebut.

Selain itu, tambahnya, dua dokter PBSI yang menangani Taufik, dokter Nicholas yang menangani lebih detail maupun dokter Michael, keduanya menyarankan agar cedera peraih medali emas Olimpiade itu disembuhkan lebih dulu.

Namun demikian, Mulyo mengatakan pemain asuhannya itu masih tetap menjalani latihan meski belum bisa melakukan gelaran-gerakan mendadak.

Mulyo tidak menyebutkan secara pasti berapa lama Taufik akan absen bertanding, namun memperkirakan pada Jepang Terbuka April mendatang finalis All England 1999 dan 2000 itu bisa bertanding kembali.

Cederanya Taufik membuat Indonesia tampil tanpa pemain tunggal putra setelah Simon Santoso yang rencananya diikutsertakan batal juga akibat cedera lutut kanan.

Sementara peraih medali perunggu Olimpiade Sony Dwi Kuncoro masih dalam masa penyembuhan penyusul operasi kedua telapak kaki usai mengikuti Indonesia Terbuka akhir tahun lalu. Tidak menguntungkan Sementara itu, sektor ganda putra mendapat undian yang tidak menguntungkan pada kejuaraan All England karena harus saling bertarung sesama teman sendiri dibabak awal.

Undian pertandingan yang disiarkan Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) menunjukkan tiga ganda putra Cipayung kemungkinan saling beradu kekuatan dibabak awal turnamen berbintang empat itu.

Candra Wijaya dan Sigit Budiarto yang kembali berpasangan akhir tahun lalu kemungkinan akan bertemu dengan juniornya Markis Kido/Hendra Setiawan di babak kedua.

Hal itu bisa terjadi apabila pada babak pertama Candra/Sigit berhasil mengalahkan pasangan Perancis Erwin Kehlhoffner/Thomas Quere sedang Markis/Hendra dapat menyisihkan mantan pemain pelatnas Tony Gunawan yang berpasangan dengan Howard Bach yang membela Amerika Serikat.

Siapapun yang maju kebabak ketiga kemungkinan berhadapan dengan pasangan Indonesia lainnya Luluk Hadianto/Alvent Yulianto yang menjadi unggulan kedua diturnamen IBF tertua ini.

Indonesia rencananya mengirim empat ganda putra, selain tiga tersebut, pasangan peraih medali perunggu Olimpiade Flandy Limpele/Eng Hian juga akan berlaga.

Ganda campuran yang juga diharapkan meraih prestasi terbaik pasangan Nova Widyanto/Lilyana Natsir yang menjadi unggulan kelima pada babak pertama bertemu pasangan Inggris Anthony Clark/Dona Kelllog. Sementara pasangan Anggun Nugroho/Yunita Tetty yang mendapat bye babak pertama harus menghadapi pasangan kuat asal Denmark Carsten Mogensen/Rikke Olsen yang menjadi unggulan delapan.

Sementara pasangan Devin Lahardi/Eny Widiowati harus melalui babak kualifikasi.

Sektor ganda putra dan ganda campuran merupakan andalan Indonesia yang juga diharapkan meraih prestasi di Piala Sudirman yang akan digelar di Beijing Cina 10-15 Mei mendatang.

Pada tunggal putri Adrianti Firdasari yang mendapat bye dibabak pertama langsung bertemu dengan tunggal putri terkuat Hong Kong Wang Chen yang menjadi unggulan tujuh. Sementara Maria Kristin pada babak pertama bertemu pemain Perancis Tatiana Vattier, jika menang ia ditantang pemain andalan Inggris Tracey Hallam atau pemain Jepang Eriko Hirose.

Sementara satu-satunya ganda putri pasangan Jo Novita/Lita Nurlita yang dibabak pertama menghadapi ganda singapura Yanmei/ Li Yujia pada babak berikutnya kemungkinan bertemu unggulan keenam asal Denmark Rikke Olsen/Mette Schjoldager. (*/lpk)