Studi kelayakan tersebut, diumumkan sebagai suatu kerangka kerja Ekonomi dan Perdagangan yang ditandatangi oleh Cina dan Australia pada Oktober 2003, yang dijadwalkan selesai Oktober lalu tetapi ke dua menteri sepakat menyusul kemajuan yang bagus bahwa hal itu dapat diselesaikan sebelum waktu yang dijadwalkan.
Kini mereka menginginkan menyelesaikan studi kelayakan itu sebelum suatu kunjungan ke Beijing oleh Perdana Menteri Australia John Howard April mendatang.
Studi kelayakan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas jaringan perdagangan signifikan ke Cina, tetapi meski ada keberhasilan saat ini, para eksporter Australia masih menghadapi berbagai hambatan di pasar Cina, kata Vaile.
Perdagangan dua arah antara ke dua negara empat kali lipat dalam 10 tahun terakhir, pada tingkat pertumbuhan saat ini, Cina diperkirakan mengambil alih baik posisi Jepang maupun Amerika Serikat sebagai mitra dagang terbesar Australia dalam beberapa tahun.
Ekspor Australia terutama mineral dan pertanian, tumbuh dengan 21% menjadi 11 miliar dolar Australia (US$8,7 miliar ) tahun lalu saja. Selama kunjungan empat harinya ke Cina, Vaile juga akan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Cina senior lainnya untuk melakukan perundingan. (*/erl)