Najib, yang merupakan kunjungan pertamanya ke Inggris sejak menerima jabatan rangkap itu tahun lalu, tiba di Bandara Heathrow pada pukul 5.30 am dengan istrinya, Rosmah Mansor, dan disambut oleh Komisaris Tinggi Malaysia untuk Inggris Abdul Aziz Mohammad dan isterinya, Munah Razak.
Setibanya di London, ia mengadakan pertemuan sekitar satu jam dengan para pejabat Komisi Tinggi Malaysia di Hotel Dorchester, di mana ia akan menginap selama melakukan lawatan ke negara itu.
Abdul Aziz menyatakan kepada pers bahwa Najib telah mempunyai jadwal ketat diawali pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Urusan Pertanahan Geoffrey Hoon kemudian beberapa pertemuan tertutup lainnya dengan para pejabat pemerintah Inggris.
Ia mengatakan bahwa Najib, yang juga Menteri Pertahanan, dijadwalkan bertemu dengan Deputi Perdana Menteri Inggris John Prescott pada hari ketiga kunjungannya di mana selama perundingan itu mereka diperkirakan membahas masalah kerjasama mendatang dan juga masalah perdagangan antara ke dua negara.
Najib akan menyampaikan dua pidato kuncinya --satu mengenai pentingnya perdagangan bilateral berjudul "Malaysia-Inggris :Forging Fresh Synergies" pada sebuah simposium yang dihadiri sekitar 300 pengusaha Inggris. Pidato lainnya mengenai masalah keamanan dan pertahanan , yang akan dihadiri pemerintah Inggris dan para pejabat pertahanan.
Abdul Aziz mengatakan bahwa pada hari Sabtu mendatang Najib akan menghadiri karnaval Malaysia di Manchester yang diselenggarakan oleh Komisi Tinggi Malaysia dan para pelajar yang tinggal di Malaysia.
"Kami berharap bahwa kunjungan deputi PM Malaysia itu akan lebih meningkatkan hubungan bilateral terutama di bidang ekonomi dan kami juga akan berusaha keras untuk meningkatkan kawasan untuk kerjasama bilateral, terutama di bidang pendidikan, pelatihan, militer, kepolisian dan upaya untuk mengatasi terorisme." Abdul Aziz mengatakan bahwa kunjungan Najib sangat tepat karena Malaysia dan Inggris mempunyai hubungan historis dan Inggris juga merupakan mitra dagang terbesar ke tiga bagi Malaysia di Uni Eropa dengan jumlah perdagangan mencapai 17 miliar ringgit tahun lalu.
Ekspor Malaysia ke Inggris tahun lalu jumlahnya mencapai 10,6 miliar ringgit , sedangkan impor dari Inggris jumlahnya mencapai 6,6 miliar ringgit.
Ia mengatakan bahwa ekspor Malaysia sebagian besar berupa listrik dan barang-barang berbasis kayu lapis dan karet sedangkan impornya berupa mesin, elektronik dan produk-produk kimia, besi dan baja.
Inggris juga merupakan tujuan utama bagi para investor Malaysia dengan sebagian besar jumlah perusahaan Malaysia seperti Petronal, YTL, Hong Leong dan Proton yang tercakup dalam industri perminyakan, hotel dan real estat, barang-barang berbahan baku karet dan unsur plastik. (*/erl)