Malaysia menyetujui FDI senilai $13,1 miliar ringgit (sekitar US$3,4 miliar) untuk 583 proyek selama 2004 dibandingkan 587 proyek senilai $15,6 miliar ringgit pada 2003.
Menyusul turunnya arus FDI dunia dan meningkatnya persaingan, Malaysia terus berupaya menaikkna pangsanya," kata Rafidah.
Lebih dari setengah FDI berusaha di sektor kelistrikan dan elektronik, sedangkan lainnya di kertas, percetakan dan publikasi dan sektor produk perminyakan dasar.
Jerman, Singapura, AS, Jepang, dan Taiwan masih menjadi negara utama asal FDI.
Anjloknya FDI itu tidak terelakka meski Malaysia memperlunak peraturan mengenai kepemilikan saham dan merampingkan proses persetujuan uhntuk lisensi industri dan penyewaan ekspatriat. (*/dar)