< >

AS Sambut Semangat RI dan Timtim Selesaikan Kasus HAM

Jum'at, 11 Maret 2005 19:17
Kapanlagi.com - Pemerintah Amerika Serikat mendukung keinginan kuat Indonesia dan Timor Timur untuk menyelesaikan kasus pelanggaraan hak azasi manusia (HAM) pasca-jajak pendapat tahun 1999, melalui pembentukan Komisi Kebenaran dan Persahabatan.

"Kami mendukung semangat kedua negara untuk memperkuat demokrasi, mempromosikan rekonsiliasi, dan menyelesaikan masalah kasus HAM yang terjadi tahun 1999," kata Jurubicara Deplu AS, Richard Boucher, dalam pernyataan yang dipublikasikan dari Washington DC, Kamis.

Ia menilai, Komisi Kebenaran dan Persahabatan merupakan komponen penting dalam upaya menyeluruh untuk memperoleh akuntabilias dan rekonsiliasi.

Amerika Serikat juga berpendapat, Komisi Ahli yang telah dibentuk PBB dan akan bekerja bulan Mei ini, akan menjadi komponen penting lainnya dalam upaya tersebut.

Dorongan agar dua komisi tersebut berkoordinasi dalam meninjau penyelesaian kasus Timtim 1999 juga disampaikan sejumlah negara dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York pekan lalu.

Sekjen PBB Kofi Annan telah menunjuk tiga orang untuk duduk pada Komisi Ahli tersebut yakni hakim Prafullachandra Bhagwati dari India, Professor Yozo Yokota (Jepang) dan Shaista Shameem (Fiji).

Sementara itu Indonesia dan Timor Timur (Republik Demokratik Timor Leste) segera menetapkan nama-nama anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatan, yang persetujuannya sudah ditanda-tangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Xanana Gusmao di Jakarta beberapa hari lalu.

Indonesia dan Timor Leste menyatakan bahwa orang-orang duduk dalam Komisi Kebenaran dan Persahabatan tersebut berasal dari kalangan profesional dan independen.

Upaya mempromosikan komisi tersebut telah dilakukan bersama-sama oleh RI dan Timor Leste. Misalnya pada Desember tahun lalu ketika Menlu RI Hassan Wirajuda dan Menlu Timor Leste Ramos Horta menemui Sekjen PBB Kofi Annan dan Menlu AS Colin Powell.

Ramos Horta pada Sidang Dewan Keamanan PBB pekan lalu juga menegaskan kembali perlunya dunia mendukung upaya keras kedua negara dalam menyelesaikan masalah masa lalunya, dengan mencari kebenaran dan tetap pada semangat persahabatan. (*/dar)