< >

Malaysia Sambut Baik Inggris Gunakan Negaranya untuk Pusat Pendidikan

Jum'at, 11 Maret 2005 12:45
Kapanlagi.com - Malaysia menyambut baik lembaga riset dan akademis Inggris yang akan menggunakan Malaysia sebagai pusat pendidikan bagi kawasan Asia Tenggara, demikian Deputi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan.

Menanggapi pertanyaan selama Q & A session dengan 300 pengusaha di London Kamis, ia mengatakan dengan peningkatan struktur biaya di Inggris , dimana mengganggu Malaysia dan negara-negara Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) lainnya dalam hal pengiriman pelajar di London, hal itu akan lebih baik bagi Universitas-universitas Inggris dan pergutuan tinggi mendirikan cabangnya di Malaysia.

"Dengan peningkatan biaya di Inggris, Malaysia harus mencari tempat sebagai pilihan ke dua , di mana tidak meragukan bahwa Malaysia adalah ideal dan strategis sebagai mitra," katanya.

Sebelumnya, Deputi Perdana Menteri itu juga menyampaikan pidatonya yang bertema Malaysia-Britain : Forging fresh Synergies, di mana berbicara mengenai situasi kerjasama antara ke dua negara terutama di bidang perdagangan bilateral.

Najib, tiba di London Kamis, dalam serangkaian lawatan resmi selama 6 hari ke Inggris.

Ia mengatakan bahwa Malaysia mengirim sebanyak 150 juta pounds per tahunnya untuk mendanai sekitar 2.000 pelajar di Inggris.

"Saya sangat mengharapkan berbagai universitas dan perguruan tinggi menanamkan investasinya di Malaysia. Kami mendukung langkah usaha patungan," tambahnya.

Najib juga mengatakan sejauh ini beberapa universitas asing telah membentuk kampus cabangnya di Malaysia seperti Nottongham University of Britain dan juga University of Monash dari Australia.

Menjawab pertanyaan lainnya mengenai korupsi di lembaga-lembaga pemerintah di Malaysia, Najib mengatakan bahwa Perdana menteri malaysia Abdullah Ahmad Badawi telah mendeklarasikan "perang" terhadap praktek-praktek korupsi.

"Ini merupakan perjalanan dan perjuangan panjang tetapi suatu awal yang bagus," katanya.

Ditanya komitmen Malaysia menjadi pusat makanan halal (sesuai Islam), Najib mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan promosi terbaik dan sangat mendukung gagasan tersebut." Najib juga mengatakan bahwa ia menginginkan bertemu dan membahas dengan personal dari para pengusaha Inggris yang ingin menannamkan modalnaya pada pusat makanan Halal.

"Di mana merupakan suatu pasar besar (untuk makanan halal) di Inggris. Kami tentunya ingin anda menamamkan modalnya," tambahnya. (*/erl)