Menteri Luar Negeri Syed Hamid Albar menyatakan, penarikan kapal-kapal perang dari wilayah sengketa menjadi penting, sebagai bagian upaya peredaan ketegangan. Sementara itu, pemerintah Indonesia mengakui, pertemuan teknis lanjutan nanti, bukanlah solusi final, karena persoalan perbatasan laut ini merupakan problem kompleks dan sensitif, sehingga diperlukan pertemuan berkala.
Kesepakatan pemerintah Malaysia dan Indonesia untuk menyelesaikan sengketa di perairan Ambalat secara damai pada Rabu malam menuntut upaya-upaya lanjutan yang mesti ditindaklanjuti kedua negara.
Pemerintah Malaysia meminta kepada Indonesia agar menarik kapal-kapal perangnya dari wilayah sengketa.
Dalam jumpa pers di sela-sela pertemuan ASEAN-Uni Eropa hari Kamis petang tadi, Menteri Luar Negeri Malaysia Syed Hamid Albar menyatakan sikap negaranya.
"Setelah kita sepakati bahwa masalah ini diselesaikan lewat perundingan, maka sudah tentu kita juga setuju untuk mengurangi ketegangan diantara kedua negara".
"Hal yang menimbulkan ketegangan adalah kehadiran tentara di kawasan yang ada klaim tumpang tindih. Di situ kita perlu menyelesaikan masalah dengan tenang." kata Hamid Albar.
Untuk itu pula, Malaysia menjanjikan akan menarik kapal perangnya dari lokasi tersebut. Agar ketegangan diantara kedua negara bisa mencair, Malaysia juga meminta agar upaya pembakaran bendera Malaysia yang dilakukan oleh warga Indonesia, dihentikan.
Menurutnya, perkara perbatasan laut ini mesti diselesaikan dengan hati yang lebih dingin.
Menanggapi permintaan ini, Menteri Luar Negeri Indonesia Hasan Wirayuda mengatakan dia memahami reaksi yang dikeluarkan oleh sebagian masyarakat Indonesia.
"Reaksi yang begitu besar memang merefleksikan sebagian warga kita, kegemasan sebagian warga kita terhadap keadaan di perairan Kalimantan tersebut merupakan akumulasi terhadap berbagai persoalan yang ada." kata Wirayuda.
Sebagai upaya lanjutan penyelesaian damai, kedua negara sepakat untuk bertemu kembali dalam sebuah acara yang disebut pertemuan tim teknis, pada minggu ketiga bulan Maret ini.
Dalam pertemuan itu, Indonesia akan menjelaskan argumen dari sisi teknis hukum, mengapa pihaknya mengklaim wilayah Ambalat sebagai wilayah Indonesia yang sah. Sebaliknya pihak Malaysia akan melakukan hal yang sama.
Direncanakan, kedua negara akan menyertakan tim ahlinya.
Menlu Hasan Wirayuda mengatakan, pertemuan teknis lanjutan nanti, bukanlah solusi final, karena persoalan perbatasan laut ini merupakan problem kompleks dan sensitif, sehingga diperlukan pertemuan berkala. (bbc/dar)