Malaysia Lakukan Misi Perdagangan ke Indonesia, Thailand, Laos dan Myanmar

Kapanlagi.com - Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia, Rafidah Aziz akan memimpin sebuah misi perdagangan dan investasi ke Indonesia, Thailand, Laos dan Myanmar mulai 13-22 Maret mendatang.

Misi tersebut beranggotakan 82 utusan dagang dari sektor swasta serta para pejabat dari Kementrian Otorita Pembangunan Industri Malaysia (MIDA) dan Perusahaan Pengembangan Perdagangan Eksternal Malaysia (Matrade).

Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan Jumat, misi tersebut bermaksud memperkenalkan sektor bisnis mengenai situasi ekonomi terakhir dan kesempatan investasi dan perdagangan di Malaysia serta upaya meningkatkan kerjaama perdagangan bilateral antara Malaysia dengan negara-negara yang dikunjungi.

Lawatan perdagangan itu juga dimaksudkan untuk mempertinggi investasi dan perdagangan intra-ASEAN melalui penetapan berbagai inisiatif regional seperti Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA), liberalisasi jasa, sektor integrasi prioritas ASEAN dan Kawasan Investasi ASEAN (AIA).

Ia berharap misi tersebut akan menyumbang terhadap peningkatan arus investasi dan perdagangan dengan negara-negara yang dikunjungi dan lebih memperkokoh upaya meningkatkan hubungan investasi dan perdagangan antara Malaysia dengan negara-negara tetangga di kawasan Perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Rafidah juga akan berpidato di hadapan masyarakat bisnis lokal selama seminar mengenai kesempatan bisnis di Malaysia , di mana akan di adakan di Yangon pada 14 Maret, Vientiane (16 Maret), Bangkok (18 Maret) dan Jakarta (22 Maret).

Pertemuan bisnis juga akan diadakan antara para anggota delegasi dan rekan mereka di empat kota yang disinggahi tersebut.

Selama kunjungan ke Thailand, Rafidah juga akan berdialog dengan para anggota Kamar Dagang dan Industri Malaysia-Thailand pada 17 Maret mendatang.

Selama 2004, perdagangan dua arah antara Malaysia dengan Myanmar meningkat dengan 16,4% menjadi US$256,2 juta (US$1 = 3,80 ringgit) dari setahun sebelumnya US$220,1 juta.

Ekspor Malaysia ke Myanmar tahun lalu diperkirakan senilai US$149,3 juta dibanding dengan US$140,2 juta pada 2003, sementara impornya naik menjadi US$106,9 juta dari US$79,9 juta.

Mengenai investasi, sampai dengan 31 Desember 2004, Malaysia merupakan investor terbesar keempat di Myanmar dengan nilai investasi mencapai US$660,7 juta meliputi 26 proyek.

Sementara, total perdagangan antara Malaysia dan Laos pada 2004 berjumlah US$2,7 juta atau naik 9,8 % di banding 2003.

Ekspor Malaysia ke Laos nilainya mencapai US$2,5 juta sedangkan impornya berjumlah US$0,2 juta , atau masing-masing naik 9,2% dan 20%.

Malaysia merupakan investor terbesar keenam bagi Laos. Investasi Malaysia secara kumulatif di Laos dari 1998 sampai 2004 berjumlah US$384 juta.

Thailand menduduki peringkat sebagai mitra dagang terbesar ke tujuh Malaysia secara global dan kedua terbesar diantara negara-negara ASEAN.

Total perdagangan dengan Thailand pada 2004 berjumlah 11,8 miliar dolar , dengan nilai ekspor 6,0 miliar dolar dan impornya 5,8 miliar dolar.

Di bidang investasi, Malaysia merupakan investor terbesar pertama di Thailand dengan kumulatif investasi mulai 2000-2004 totalnya mencapai 1,3 miliar dolar dalam 172 proyek.

Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke tiga di ASEAN. Pada 2004, perdagangan Malaysia dengan Indonesia berjumlah 7,3 miliar dolar dengan nilai ekspor 3,1 miliar dolar dan impornya 4,2 miliar dolar.

DI bidang investasi, investasi Indonesia yang disetujui dalam sektor pabrikan Malaysia pada 2004 nilainya mencapai US$22,8 miliar. Pada waktu yang sama, Malaysia muncul sebagai investor penting di Indonesia dengan total investasi pada 2004 berjumlah 461,5 juta dolar AS.

Investasi Malaysia secara kumulatif yang disetujui dalam proyek-proyek dari 1999 sampai 2004 jumlahnya mencapai 6,7 miliar mencakup 597 proyek. (*/erl)

©2003-2007 KapanLagi.com