Perusahaan-perusahaan minyak Jepang, yang sangat tergantung pada Timur Tengah, berupaya melakukan penganekaragaman sumber-sumber mereka melalui pencarian ladang-ladang minyak dan gas di seluruh dunia, kata laporan itu.
Jika semua berjalan sesuai yang direncanakan, total produksi harian dari ladang-ladang gas dan minyak mereka akan tumbuh dengan 50% mencapai setara 1,8 juta barel per hari tahun ini sampai Maret 2009.
Hal ini akan menyumbang lebih dari 30% impor minyak dan gas Jepang, kata laporan itu lagi.
Di propinsi Indonesia bagian timur Papua, sebuah konsorsium perusahaan Jepang, termasuk Mitsubishi Corp., Nippon Oil Corp., Sumitomo Corp., Sojitz Holding Corp., Kanematsu Corp and Inpex Corp, serta BP PLC dari Inggris dan China National Offshore Oil Corp., mencapai kesepakatan dengan pemerinath Indonesia suatu proyek senilai 450 miliar yen untuk membangun pabrik gas alam cair (LNG) , tulis laporan itu lagi.
Konsorsium Jepang merencanakan mengeluarkan sekitar 200 miliar yen, tambahnya.
Kapasitas produksi pabrik LNG tersebut diproyeksikan 7,6 juta ton per tahun. Produksi tersebut diperkirakan dikapalkan ke Cina, Amerika Serikat dan Korea Selatan mulai permulaan 2008. Konsorsium tersebut juga melakukan perundingan mengenai kontrak penjualan dengan perusahaan-perusahaan listrik dan gas Jepang.
Sementara itu, Nippon Oil merencanakan menaikkan produksi di Malaysia dan mulai berproduksi di ladang Australia, tulis laporan itu lagi.
Sedangkan Inpex merencanakan investasi hampir 300 miliar yen dari April 2005 sampai tahun finansial mendatang yang dimulai April 2006. (*/erl)